SUKABUMITIMES.COM – Sekolah Menengah Atas Pesantren Terpadu Hayatan Thayyibah (SMA PT Hatoy) Kota Sukabumi mengelar kegiatan Sosialisasi Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang berlangsung di Kampus SMA Hatoy Jl. Karamat No.123, Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi pada Kamis (17/7/2025).
Kegiatan yang mengandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan siaga terhadap potensi bencana.
Adapun materi yang diberikan dalam SPAB ini antara lain materi seputar mitigasi bencana, evakuasi mandiri, pertolongan pertama, dan simulasi kebencanaan.
Sekretaris PMI Kota Sukabumi Heri Saeful Bahri mengungkapkan, bahwa siswa baru SMA Hatoy Kota Sukabumi sangat antusias mengikuti setiap sesi yang dikemas secara interaktif dan aplikatif.

“Melalui SPAB, kami ingin seluruh warga sekolah guru, siswa, hingga tenaga kependidikan memiliki pemahaman dasar dan keterampilan menghadapi bencana. Ini sejalan dengan misi kami untuk membentuk sekolah yang tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga tangguh terhadap risiko,” ujar Sekretaris PMI Kota Sukabumi, Heri Saeful Bahri pada Kamis (17/7/2025)
Heri menjelaskan, Sosialisasi SPAB tidak hanya mengenalkan siswa pada potensi bencana alam seperti gempa, kebakaran, atau banjir, tetapi juga memberikan pemahaman tentang cara menyelamatkan diri, mengenali jalur evakuasi, serta pentingnya kesiapsiagaan individu dan kolektif di lingkungan sekolah.
“Ini tentu saja menjadi penting untuk meningkatkan kewaspadaan diri ketika ada bencana yang datang secara tiba-tiba,” jelasnya.
Para siswa juga diajak menyusun peta jalur evakuasi sekolah serta mengikuti simulasi evakuasi dan pertolongan korban.
“Momen ini tidak hanya menjadi pengalaman baru, tetapi juga memperkuat kesadaran akan pentingnya saling membantu dan tetap tenang saat menghadapi situasi darurat,” ujarnya.

Staf Pelayanan PMI Kota Sukabumi Dinar Mochamad menyampaikan, bahwa edukasi kebencanaan di sekolah merupakan langkah strategis dalam membangun budaya sadar risiko sejak usia dini.
“Satuan pendidikan adalah titik awal penting dalam membentuk generasi siaga bencana. Kegiatan seperti ini membuktikan bahwa sekolah bisa menjadi tempat yang aman sekaligus pusat edukasi kebencanaan bagi siswa dan komunitas sekitar,” jelasnya.
Dengan adanya kegiatan SPAB ini, SMA Hayatan Thayyibah memperkuat komitmennya dalam menciptakan sekolah yang aman, tangguh, dan adaptif terhadap perubahan serta ancaman lingkungan.
“Edukasi seperti ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan generasi muda yang cerdas dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya. (sya)

























