SUKABUMITIMES.COM – Dalam suasana yang penuh semangat dan kebersamaan, Pemerintah Kota Sukabumi Melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DKP2KBA) Kota Sukabumi memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) dan Hari Anak Nasional (HAN) sekaligus memperingati Hari Koperasi Nasional secara bersamaan.
Momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi tonggak penting dalam membangun kesadaran kolektif bahwa semua keberhasilan maupun persoalan bangsa berakar dari keluarga.
Kepala Dinas DKP2KBA Kota Sukabumi, Yadi Mulyadi, menegaskan bahwa ketahanan keluarga adalah pondasi utama kemajuan bangsa.
“InsyaAllah, jika keluarga-keluarga di tingkat RT, RW, kelurahan, hingga kota memiliki ketahanan yang kuat, maka akan tercipta pula ketahanan negara yang kokoh,” ujar Yadi usai upacara peringatan Harganas di Balai Kota Sukabumi pada Kamis (17/7/2025).
Dalam rangkaian kegiatan Harganas tahun ini, Kota Sukabumi mencatatkan prestasi membanggakan sebagai peringkat pertama nasional dalam pelayanan KB Sejuta Akseptor, sebagai bentuk komitmen nyata mewujudkan keluarga yang berkualitas sejak dini.
Selain pelayanan KB di seluruh fasilitas kesehatan, peringatan Harganas juga diramaikan dengan aksi kemanusiaan seperti donor darah yang diselenggarakan bersama PMI, serta pemberian penghargaan kepada 14 tokoh dari unsur pemerintah dan masyarakat yang dinilai berkontribusi aktif dalam membangun keluarga dan masyarakat Sukabumi yang lebih baik.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Ineu Nuraeni menyampaikan bahwa HAN kali ini menjadi lebih istimewa karena dirangkaikan dengan peringatan Hari Koperasi ke-78.
“Kami menampilkan Forum Anak Nasional ‘Forum Anak Kaulinan’ sebagai bentuk partisipasi anak dalam menyuarakan aspirasinya, sesuai dengan tema nasional,” jelas Ineu.
Melalui peringatan HAN ini, Ineu berharap seluruh hak anak, mulai dari hak hidup, tumbuh kembang, perlindungan, hingga partisipasi, dapat benar-benar terpenuhi. Ia pun menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam melindungi anak-anak dari berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Oleh karena itu, kami terus bersinergi dengan Dinas Kesehatan, Disdukcapil, Kominfo, serta wilayah lain untuk memastikan perlindungan anak berjalan optimal,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Kota Sukabumi memiliki UPTD PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) yang siap menangani berbagai laporan kasus kekerasan terhadap anak.
Peringatan Harganas dan HAN tahun ini menjadi pengingat penting bahwa membangun generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045 dimulai dari menciptakan keluarga yang kuat dan anak-anak yang hebat.
Kota Sukabumi membuktikan bahwa dengan kolaborasi, visi bersama, dan langkah nyata, sebuah kota kecil pun mampu memberi inspirasi besar bagi Indonesia. (rus)

























