SUKABUMITIMES.com – Semangat Sumpah Pemuda diwujudkan generasi muda Kelurahan Sukanagara, Kota Tasikmalaya, melalui aksi nyata membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Bersama PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal (FT) Tasikmalaya, mereka mengembangkan potensi pertanian, perikanan, dan pengolahan hasil lokal melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) KATASIK Ar-Razaq yang telah berjalan sejak 2024 dengan konsep integrated farming atau pertanian terpadu.
Program ini dikembangkan melalui empat ruang pemberdayaan yang saling terintegrasi. PATRA BUMI Katasik menjadi pusat edukasi dan eduwisata pertanian terpadu yang telah dikunjungi sekitar 200 orang dari berbagai kalangan. TANI NAGARA mengembangkan budidaya hidroponik selada dan pakcoy, tanaman cabai, serta ikan nila dengan sistem bioflok. Sementara itu, PAWON Katasik mengolah hasil pertanian dan perikanan menjadi produk bernilai tambah seperti sambal cabai, cilok ikan, dan basreng, serta MENI GEMES mendorong pengelolaan sampah berbasis rumah tangga.
Irvandi, salah satu petani penggerak KATASIK Ar-Razaq, menyampaikan bahwa potensi besar masyarakat sebenarnya telah tersedia di lingkungan sekitar. Melalui keberanian untuk memulai, kemauan belajar, dan kolaborasi, potensi tersebut dapat berkembang menjadi peluang ekonomi.
“Jangan pernah takut memulai dari hal kecil. Terus belajar dan berinovasi. Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti, tetapi menjadi dorongan untuk bergerak dan membuktikan bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah sederhana,” ujar Irvandi.
Untuk mendukung keberlanjutan program, KATASIK Ar-Razaq juga memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 6,6 kWp sebagai sumber energi bersih bagi operasional kegiatan, sekaligus menjadi bagian dari implementasi program Desa Energi Berdikari. Program ini turut membuka kesempatan bagi perempuan dan keluarga berpenghasilan rendah untuk terlibat dalam kegiatan budidaya, pengolahan hasil panen, hingga pengelolaan lingkungan guna meningkatkan keterampilan dan peluang pendapatan keluarga.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Barat PT Pertamina Patra Niaga, Reno Fri Daryanto, menyampaikan bahwa keterlibatan generasi muda menjadi faktor penting dalam keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat. “Momentum Sumpah Pemuda mengingatkan kita bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa. KATASIK Ar-Razaq menjadi contoh bagaimana kreativitas, semangat gotong royong, dan kolaborasi dapat mengubah potensi lokal menjadi peluang ekonomi yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Reno.
Ke depan, Pertamina Patra Niaga akan terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan usaha, dan perluasan akses pasar agar KATASIK Ar-Razaq semakin mandiri dan berkelanjutan. Kolaborasi dengan berbagai pihak juga diharapkan dapat memperluas manfaat program sekaligus memperkuat peran masyarakat sebagai penggerak ekonomi lokal.
Inisiatif ini sejalan dengan Asta Cita, khususnya poin 2 melalui penguatan kemandirian pangan dan poin 4 melalui pemberdayaan perempuan dalam kegiatan ekonomi produktif. Melalui KATASIK Ar-Razaq, Pertamina Patra Niaga berharap semangat generasi muda Sukanagara terus tumbuh menjadi penggerak perubahan, membuktikan bahwa potensi lokal dapat menjadi fondasi kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*/sya)































