SUKABUMITIMES.com – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengungkapkan bahwa pendidikan merupakan investasi terbaik untuk masa depan Kota Sukabumi. Melalui program Beasiswa Bercahaya, Pemerintah Kota Sukabumi berkomitmen memperluas akses pendidikan tinggi, meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing.
“Target utama kita jelas, mencetak SDM unggul berdaya saing yang siap kerja, baik di dalam negeri maupun menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) terampil di mancanegara,” ujar Ayep Zaki saat meluncurkan Beasiswa Bercahaya di Secret Village pada Minggu lalu.
Pada tahun 2026, Pemkot Sukabumi mengalokasikan anggaran sebesar Rp1.031.250.000 untuk program tersebut. Beasiswa ini menyasar 319 mahasiswa dari enam perguruan tinggi di Kota Sukabumi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas kesempatan masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi.
Ayep menegaskan, program Beasiswa Bercahaya bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, melainkan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi muda yang mampu bersaing di dunia kerja.
“Pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan. Kita ingin anak-anak Kota Sukabumi memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat, termasuk warga di berbagai wilayah kecamatan dan mahasiswa penyandang disabilitas. Karena itu, Beasiswa Bercahaya menerapkan pendekatan berbasis kewilayahan dan disabilitas agar penyaluran bantuan lebih inklusif dan berkeadilan.
“Tidak boleh ada lagi siswa yang berhenti sekolah di wilayah Kota Sukabumi. Untuk itu, peran aparatur kewilayahan, khususnya lurah, sangat penting dalam memastikan anak-anak tetap mendapatkan akses pendidikan,” ungkap Ayep.
Menurutnya, keterlibatan aparatur kewilayahan diperlukan untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar akibat keterbatasan ekonomi maupun persoalan lainnya. Pemkot Sukabumi ingin memastikan bahwa pendidikan dapat diakses masyarakat tanpa terkecuali.
Selain menyasar mahasiswa, Pemkot Sukabumi juga mendorong warga usia produktif yang sempat putus sekolah untuk kembali menempuh pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Paket A, B, dan C. Program tersebut turut diarahkan untuk membekali peserta dengan sertifikasi keahlian serta kemampuan bahasa sebagai bekal memasuki dunia kerja.
“Peningkatan kualitas SDM tidak hanya dilakukan melalui pendidikan tinggi. Masyarakat yang sempat putus sekolah juga harus diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan meningkatkan keterampilannya,” jelasnya.
Ayep pun berpesan kepada para penerima Beasiswa Bercahaya agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan melewati tahapan seleksi administrasi, tes tertulis, dan wawancara harus menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan diri.
“Bagi para penerima beasiswa, manfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh. Tingkatkan kemampuan, raih prestasi, dan persiapkan diri agar nantinya mampu berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan Kota Sukabumi,” pesannya.
Lebih lanjut, Ayep menyampaikan bahwa Pemkot Sukabumi membuka peluang untuk menambah alokasi beasiswa pada tahun-tahun mendatang. Langkah tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia di daerah.
“Pemkot Sukabumi membuka peluang untuk menambah alokasi beasiswa pada tahun-tahun berikutnya. Penambahan tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan penerima manfaat sekaligus memperkuat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia,” tukasnya.
Adapun 319 penerima Beasiswa Bercahaya tahun 2026 berasal dari enam perguruan tinggi. Rinciannya, Universitas Nusa Putra sebanyak 103 mahasiswa, Politeknik Sukabumi 85 mahasiswa, Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) 40 mahasiswa, Universitas Linggabuana PGRI (UNLIP) Sukabumi 35 mahasiswa, STIE PASIM Sukabumi 35 mahasiswa, serta STISIP Syamsul Ulum sebanyak 21 mahasiswa.
Melalui program ini, Pemkot Sukabumi berharap semakin banyak putra-putri daerah yang mampu menyelesaikan pendidikan tinggi, meningkatkan kompetensi, dan memperoleh kesempatan kerja yang lebih luas.
Ayep menegaskan, investasi di bidang pendidikan harus menjadi langkah berkelanjutan untuk menekan angka pengangguran sekaligus mendorong kemajuan daerah.
“Kita ingin anak-anak Kota Sukabumi menjadi SDM yang unggul, mandiri, dan berdaya saing. Mari bersama-sama menekan angka pengangguran dan mewujudkan Kota Sukabumi yang semakin maju dan bercahaya,” pungkasnya. (sya)































