SUKABUMITIMES.com – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan bahwa kemitraan erat antara pemerintah, pengusaha, dan investor menjadi kunci utama dalam membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Ayep Zaki saat menerima audiensi jajaran pengurus baru Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Sukabumi yang dipimpin Ketua Kadin Kota Sukabumi, Elis Sugiarti, pada Selasa (20/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi untuk memperkuat sinergi strategis dengan kalangan dunia usaha dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing daerah, serta mendorong masuknya investasi.
Ayep Zaki mengungkapkan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan Kadin memiliki peran penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat sekaligus mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur berskala besar di Kota Sukabumi.
“Sinergi antara Pemkot dan Kadin Kota Sukabumi adalah fondasi penting untuk menciptakan iklim investasi yang sehat,” ujar Ayep Zaki.
Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan perekonomian daerah.
“Lewat dua proyek strategis ini, kita tidak hanya membangun fisik kawasan, tetapi juga membuka ribuan peluang kerja baru dan meningkatkan daya saing Kota Sukabumi,” tegasnya.
Dalam audiensi tersebut, Ayep juga menandaskan bahwa penyelarasan visi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha menjadi langkah penting untuk memastikan rencana pembangunan dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Dukungan Kadin, lanjutnya, diharapkan mampu memperkuat komunikasi antara pemerintah, pengusaha lokal, dan calon investor sehingga berbagai peluang investasi dapat dikembangkan secara optimal.
Dalam rencana pengembangan tersebut, Pemkot Sukabumi menyiapkan dua proyek strategis dengan total luas lahan mencapai 130 hektare. Kedua proyek itu meliputi pembangunan Kawasan Industri Terpadu serta Kawasan Perkotaan dan Kota Satelit.
Ayep Zaki menjelaskan, proyek Kawasan Industri Terpadu direncanakan berdiri di atas lahan seluas 60 hektare. Kawasan ini diproyeksikan menjadi area industri modern yang dapat menampung investasi di sektor manufaktur dan industri produktif.
“Kawasan Industri Terpadu merupakan pembangunan area industri modern di atas lahan seluas 60 hektare guna menampung investasi manufaktur dan industri produktif,” jelasnya.
Keberadaan kawasan industri tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi masuknya investor baru, memperluas aktivitas usaha, serta menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat Kota Sukabumi dan sekitarnya.
Sementara itu, proyek kedua berupa Kawasan Perkotaan dan Kota Satelit akan dikembangkan di atas lahan seluas 70 hektare.
Kawasan tersebut direncanakan menjadi pusat perdagangan sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru yang dapat memperkuat tata ruang dan mendukung perkembangan perekonomian perkotaan.
Pengembangan kawasan ini diharapkan mampu mendorong tumbuhnya berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari perdagangan hingga sektor usaha pendukung lainnya.
Dengan dua proyek tersebut, Pemkot Sukabumi berupaya menyiapkan fondasi pengembangan ekonomi jangka panjang yang mengintegrasikan kegiatan industri, perdagangan, investasi, dan pertumbuhan kawasan perkotaan.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Kadin Kota Sukabumi, Elis, menegaskan komitmen jajaran pengurus baru organisasinya untuk mendukung rencana strategis pemerintah daerah tersebut.
Kadin, menurut Elis, siap mengambil peran sebagai penghubung antara pemerintah daerah, para pengusaha lokal, dan investor dari luar daerah guna mendukung keberhasilan pelaksanaan proyek pembangunan.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta memperluas peluang investasi di Kota Sukabumi.
Sinergi yang dibangun diharapkan tidak berhenti pada pertemuan dan kesepakatan, tetapi berlanjut pada koordinasi, penjajakan investasi, serta langkah konkret untuk merealisasikan rencana pembangunan.
Pemkot Sukabumi berharap keterlibatan Kadin dapat membantu menciptakan hubungan yang produktif antara pemerintah dan pelaku usaha, sehingga potensi ekonomi daerah dapat dikembangkan secara lebih maksimal.
Melalui rencana pembangunan Kawasan Industri Terpadu seluas 60 hektare serta Kawasan Perkotaan dan Kota Satelit seluas 70 hektare, Pemkot Sukabumi optimistis dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
Pemerintah daerah juga mengharapkan doa dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar setiap tahapan perencanaan dan pelaksanaan kedua proyek strategis tersebut berjalan lancar serta memberikan dampak positif yang nyata bagi kemajuan Kota Sukabumi. (sya)



























