Sudah Disebut Diserahterimakan, Jalan Tiara Regency Malah Diperbaiki Warga Rp82 Juta

SUKABUMITIMES.com – Sekretaris RW Perumahan Tiara Regency, Desa Limbangan, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Yudha Prabowo, menyampaikan bahwa warga terpaksa melakukan perbaikan jalan lingkungan secara swadaya karena kondisi jalan yang rusak tak kunjung mendapatkan respons perbaikan dari pemerintah daerah.

Menurut Yudha, warga kemudian bermusyawarah dan sepakat melakukan pengumpulan dana melalui mekanisme rereongan untuk memperbaiki akses jalan yang digunakan masyarakat setiap hari.

“Ini dilaksanakan secara swadaya masyarakat, yang anggarannya memang kita musyawarahkan untuk mengumpulkan anggaran sebesar Rp30 ribu per kepala keluarga, selama lima bulan dari bulan Mei 2026,” ujar Yudha, Selasa (6/10/2026).

Ia menjelaskan, iuran tersebut dikumpulkan sebesar Rp30 ribu per kepala keluarga setiap bulan selama lima bulan. Dari hasil swadaya tersebut, warga berhasil mengumpulkan anggaran sekitar Rp82 juta.

“Jadi warga memang secara rereongan mengumpulkan anggaran untuk perbaikan jalan. Ini semata-mata karena masyarakat membutuhkan akses jalan yang layak untuk menunjang aktivitas sehari-hari,” katanya.

Yudha menyebutkan, perbaikan jalan dilakukan pada ruas sepanjang sekitar 125 meter dengan lebar lima meter.

“Untuk jalan yang kita perbaiki panjangnya kurang lebih 125 meter dengan lebar sekitar lima meter,” jelasnya.

Selain ruas utama tersebut, warga juga melakukan penambalan pada bagian depan kawasan dengan luas sekitar 15 meter persegi.

“Selain jalan utama, ada juga bagian depan kawasan yang kita lakukan penambalan dengan luas kurang lebih 15 meter persegi,” ungkap Yudha.

Adapun pengerjaan jalan dilakukan menggunakan metode hot mix atau pengaspalan dengan konstruksi latasir kelas A dan ketebalan sekitar 1,5 sentimeter.

Menurut Yudha, meskipun anggaran sepenuhnya berasal dari masyarakat, proses pengerjaan tetap melibatkan tenaga yang memiliki kompetensi di bidang perbaikan jalan.

“Pelaksanaan perbaikan jalan ini, meskipun anggaran diperoleh dari swadaya warga, namun tetap dikerjakan oleh tim ahli yang berkompeten,” ujarnya.

Sementara itu, masyarakat juga ikut berperan dalam menyediakan sejumlah material yang dibutuhkan untuk proses pengerjaan.

“Sedangkan warga, yang menyediakan langsung bahan baku pengerjaan, seperti batu maupun aspal,” jelasnya.

Semangat rereongan warga tersebut menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan tempat tinggalnya. Namun, di sisi lain, kondisi itu juga memunculkan pertanyaan mengenai status dan tanggung jawab pemeliharaan jalan di kawasan Perumahan Tiara Regency.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari aparatur wilayah di lingkungan perumahan, kawasan Tiara Regency disebut telah diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Jika proses serah terima tersebut mencakup fasilitas umum dan jalan lingkungan, maka pemeliharaan serta perbaikan jalan semestinya menjadi bagian dari kewenangan pemerintah daerah.

Namun, karena perbaikan tidak kunjung direalisasikan, masyarakat akhirnya mengambil inisiatif sendiri dengan mengeluarkan biaya hingga sekitar Rp82 juta.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena biaya yang dikeluarkan warga bukan jumlah yang sedikit untuk memperbaiki akses jalan lingkungan yang digunakan setiap hari.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi dapat memberikan kejelasan mengenai status jalan di kawasan Tiara Regency, termasuk dokumen serah terima, status aset, serta kewenangan pemeliharaannya.

Jika jalan tersebut memang telah menjadi aset atau berada dalam kewenangan pemerintah daerah, masyarakat tentu mempertanyakan alasan perbaikan belum dilakukan hingga warga harus mengeluarkan biaya secara swadaya.

Sebaliknya, apabila terdapat persoalan administratif atau ketentuan tertentu yang membuat pemerintah daerah belum dapat melakukan perbaikan, masyarakat juga berharap hal tersebut disampaikan secara terbuka.

Sebab, semangat rereongan masyarakat semestinya menjadi bentuk partisipasi sosial dalam menjaga lingkungan, bukan menjadi pengganti kewajiban pemerintah dalam menyediakan dan memelihara infrastruktur dasar.

Yudha berharap aksi swadaya warga tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah daerah sekaligus mendorong adanya kejelasan mengenai status jalan dan fasilitas umum di kawasan Tiara Regency.

“Kami berharap ke depan ada kejelasan dari pemerintah mengenai status jalan ini. Warga sudah berupaya melakukan perbaikan secara mandiri karena memang membutuhkan jalan yang layak, tetapi kami juga berharap pemeliharaan ke depannya bisa mendapat perhatian pemerintah,” pungkasnya. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *