SUKABUMITIMES.com — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi mengungkap kebutuhan darah golongan A masih menjadi tantangan. Permintaan dari rumah sakit terhadap darah golongan tersebut cukup tinggi, sementara jumlah pendonornya belum mampu mengimbangi kebutuhan.
Hal itu disampaikan petugas PMI Kabupaten Sukabumi, Aris Munandar, saat kegiatan penggalangan darah dalam rangka Tasyakuran FKPPI ke-48 sekaligus Tasyakur Pepabri ke-67 yang digelar di Aula Pendopo Kabupaten Sukabumi, Sabtu (12/9/2026).
Menurut Aris, kegiatan donor darah tersebut mendapat respons cukup baik. Puluhan kantong darah berhasil dikumpulkan dari para peserta dan masyarakat yang mengikuti kegiatan.
“Untuk kebutuhan darah di Kabupaten Sukabumi tentunya cukup banyak. Yang menjadi kesulitan justru golongan darah A karena permintaannya cukup tinggi dari rumah sakit,” ujar Aris.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut kemungkinan berkaitan dengan banyaknya pasien yang membutuhkan transfusi darah golongan A. Akibatnya, stok darah golongan A lebih cepat terserap dibandingkan dengan ketersediaan dari para pendonor.
Sementara itu, kebutuhan darah untuk golongan lainnya, termasuk B, AB dan O, relatif lebih seimbang antara jumlah permintaan dengan ketersediaan pendonor.
“Kalau golongan darah lainnya relatif seimbang antara permintaan dan pendonornya. Berbeda dengan golongan A yang permintaannya cukup tinggi,” katanya.
Aris menyebutkan, kebutuhan darah untuk seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi mencapai sekitar 1.500 kantong setiap bulan. Dari jumlah tersebut, kebutuhan darah golongan A berada pada kisaran 25 hingga 30 persen dari total kebutuhan bulanan.
Dengan tingginya kebutuhan tersebut, PMI Kabupaten Sukabumi terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga ketersediaan stok darah. Salah satunya dengan memperluas sosialisasi dan menggandeng berbagai lembaga serta perusahaan.
“Kami melakukan sosialisasi langsung ke berbagai lembaga, seperti kantor desa dan perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Sukabumi,” kata Aris.
Menurut dia, keterlibatan berbagai elemen masyarakat menjadi penting karena kebutuhan darah berlangsung setiap hari dan tidak dapat sepenuhnya bergantung pada kegiatan donor yang bersifat insidental.
PMI berharap masyarakat, khususnya pemilik golongan darah A, dapat lebih aktif menjadi pendonor secara rutin. Dengan demikian, kebutuhan darah bagi pasien di berbagai rumah sakit di Kabupaten Sukabumi dapat terpenuhi dan risiko kekurangan stok dapat ditekan. (rus)

































