Rutilahu Tak Bisa Ditangani Pemerintah Sendiri, Wakil Wali Kota Bobby: Kolaborasi Jadi Kunci

SUKABUMITIMES.com – Wakil Wali (Wawali) Kota Sukabumi Bobby Maulana menegaskan, penanganan rumah tidak layak huni (Rutilahu) membutuhkan kolaborasi berbagai pihak dan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

Penegasan tersebut diungkapkan Bobby Maulana saat menghadiri penerimaan bantuan rehabilitasi Rutilahu di Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Minggu (6/9/2026).

“Penanganan rumah tidak layak huni merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi berbagai pihak,” kata Bobby.

Bobby mengapresiasi dukungan Budha Tzu Chi Indonesia dan Tzu Chi Sukabumi melalui program Bebenah Kampung. Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya memperbaiki bangunan rumah, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Perbaikan rumah bukan sekadar membangun fisik bangunan, tetapi menyangkut kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan, program tersebut sejalan dengan program 12 PAS Pemkot Sukabumi, khususnya gerakan “Ayeuna Waktuna Ngawangun Imah 12 PAS.”

“Melalui program ini, pemerintah bersama mitra sosial berupaya memastikan masyarakat mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak, aman, sehat, dan nyaman,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Kota Sukabumi, dr. Lulis Delawati, menyebut program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menangani persoalan Rutilahu.

“Alhamdulillah kami mendapatkan bantuan dari mitra sosial, yaitu Budha Tzu Chi Indonesia dan Budha Tzu Chi Kota Sukabumi,” kata Lulis.

Ia menjelaskan, sebanyak 80 rumah direncanakan mendapatkan bantuan renovasi dengan nilai sekitar Rp30 juta per rumah. Untuk tahap pertama, sebanyak 31 rumah sudah masuk proses pelaksanaan.

“Assessment dan survei sudah dilakukan. Relawan Budha Tzu Chi turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi masing-masing rumah,” jelasnya.

“Data administrasi dan kondisi riil di lapangan juga disesuaikan dengan bantuan kelurahan dan kecamatan,” sambung Lulis.

Menurutnya, penanganan Rutilahu dilakukan secara bersama. Dinas Sosial berkoordinasi dengan DPUTR dalam penyusunan RAB, sedangkan kecamatan dan kelurahan turut membantu proses verifikasi serta pendampingan.

“Dinas Sosial tidak bekerja sendirian. Semua pihak ikut terlibat agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.

Lulis berharap kolaborasi dengan lembaga sosial seperti Budha Tzu Chi dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak warga Kota Sukabumi yang memiliki hunian aman dan layak.

“Harapannya, program ini bisa membantu masyarakat mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak dan meningkatkan kualitas kehidupan keluarganya,” pungkasnya. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *