SUKABUMITIMES.com – Direktur Perumda Air Minum Tirta Bumi Wibawa (Perumda AM TBW) Kota Sukabumi Dian Apriyandi menyampaikan, sumber air di Mata Air Batu Karut mengalami penyusutan debit memasuki musim kemarau.
Kondisi tersebut ditandai dengan turunnya debit air dari sekitar 150 liter per detik menjadi 110 liter per detik.
Hal tersebut disampaikan Dian Apriandi ketika diwawancarai sukabumitimes.com setelah peringatan Hari Jadi le-51 Perumda AM TBW Kota Sukabumi yang berlangsung di kantornya pada beberapa waktu lalu.
“Untuk sumber air, kondisi saat ini secara keseluruhan alhamdulillah belum ada penurunan yang signifikan. Khusus yang di Batu Karut ada penurunan,” kata Dian.
Dian menjelaskan, dalam kondisi normal debit air dari Mata Air Batu Karut berada di kisaran 150 liter per detik. Namun, saat ini debitnya telah mengalami penyusutan hingga sekitar 110 liter per detik.
“Biasanya sekitar 150 liter per detik, untuk saat ini kurang lebih 110-an liter per detik,” ungkapnya.
Meski terjadi penyusutan di Batu Karut, Dian memastikan Perumda TBW terus melakukan pemantauan terhadap seluruh sumber air yang menjadi pasokan bagi pelanggan.
“Kalaupun terjadi kekurangan atau debit airnya menurun, kita pastikan mungkin akan dilakukan rekayasa atau penjadwalan gilir air,” jelasnya.
Menurut Dian, sejumlah langkah telah disiapkan untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat apabila penyusutan debit air semakin terjadi. Salah satunya dengan mengatur pola distribusi air.
“Ada beberapa langkah yang kita lakukan. Rekayasa gilir air, kemudian mengaktifkan sumur bor-sumur bor yang ada, pelayanan dari tangki juga ada,” katanya.
Selain langkah teknis tersebut, pihaknya juga akan mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air selama musim kemarau.
“Kita juga akan berupaya agar masyarakat bisa hemat dalam penggunaan air,” ujarnya.
Khusus wilayah yang mendapatkan pasokan dari Mata Air Batu Karut, Dian memastikan Perumda TBW akan terus menjaga distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Untuk daerah pelayanan Batu Karut memang ada penurunan debit, tapi insyaallah kita jaga supaya air tetap sampai ke masyarakat,” pungkasnya. (sya)





























