SUKABUMITIMES.com – Bakal Calon Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Jawa Barat, *Oland PH Sibarani, mengungkapkan bahwa Dewan Kehormatan harus menjadi teladan dalam menegakkan etika, menjaga marwah organisasi, serta tidak boleh menjadi alat kepentingan pihak mana pun.
Komitmen itu disampaikannya usai resmi mengembalikan berkas pencalonan sebagai bakal calon Ketua DK PWI Jawa Barat pada Konferensi PWI Provinsi Jawa Barat di Bandung pada Kamis (30/7/2026).
“Saya berkomitmen menjalankan amanah dengan menjunjung tinggi integritas, independensi, dan keberanian moral. Dewan Kehormatan harus menjadi teladan dalam penegakan etika, bukan alat kepentingan siapa pun. Setiap keputusan akan diambil secara objektif berdasarkan fakta, Kode Etik Jurnalistik, serta Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga PWI,” tegas Oland yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua DK PWI Jawa Barat.
Dalam kesempatan itu, Oland menyerahkan berkas pencalonan sekitar pukul 16.00 WIB di Sekretariat PWI Jawa Barat. Berkas tersebut diterima langsung oleh Plt. Ketua PWI Jawa Barat, Ahmad Syukri, didampingi jajaran Sekretariat Panitia Konferensi.
Tak hanya melengkapi seluruh persyaratan administrasi, Oland juga membawa 105 surat dukungan dari anggota PWI Jawa Barat. Jumlah tersebut jauh melampaui syarat minimal dukungan yang ditetapkan panitia.
Oland mengungkapkan, dukungan yang diterimanya masih terus bertambah.
“Besok masih ada tambahan dukungan lagi. Nanti akan saya serahkan kepada panitia,” ujarnya.
Sebelumnya, Oland telah mengambil formulir pendaftaran pada Senin (27/7/2026). Ia menjadi bakal calon Ketua Dewan Kehormatan pertama yang mengembalikan berkas pencalonan secara lengkap.
Dengan membawa 105 surat dukungan, Oland telah memenuhi bahkan melampaui ketentuan minimal yang dipersyaratkan panitia.
Dalam pencalonannya, Oland mengusung manifesto “Menegakkan Etika, Menjaga Marwah, Memperkuat Persatuan.” Melalui visi tersebut, ia ingin mewujudkan Dewan Kehormatan PWI Jawa Barat yang berintegritas, independen, profesional, berkeadilan, dan berwibawa dalam menegakkan Kode Etik Jurnalistik.
Menurutnya, Dewan Kehormatan tidak hanya berperan memberikan putusan terhadap persoalan etik, tetapi juga harus menjadi wadah pembinaan, edukasi, dan penguatan solidaritas anggota di tengah tantangan dunia jurnalistik yang terus berkembang.
“Dewan Kehormatan harus menjadi rumah keadilan yang dipercaya, dihormati, dan menjadi kebanggaan seluruh anggota PWI,” tandasnya.
Oland juga meyakini bahwa kekuatan sebuah organisasi bukan hanya ditentukan oleh banyaknya anggota, melainkan oleh kokohnya integritas, tegaknya etika, serta terpeliharanya persatuan.
“Saya mengajak seluruh anggota PWI Jawa Barat untuk bersama-sama menjaga kehormatan organisasi demi memperkuat marwah profesi wartawan,” tuturnya.
Sementara itu, Plt. Ketua PWI Jawa Barat, Ahmad Syukri, mengatakan hingga Kamis (30/7/2026), baru Oland yang telah menyerahkan berkas pencalonan secara lengkap.
“Baru bakal calon Ketua Dewan Kehormatan yang mengembalikan berkas,” kata Ahmad Syukri.
Ia menjelaskan, hingga saat ini terdapat dua bakal calon Ketua PWI Jawa Barat dan satu bakal calon Ketua Dewan Kehormatan yang telah mengambil formulir pendaftaran.
Menurut Ahmad Syukri, masa pengambilan formulir masih dibuka hingga Jumat (31/7/2026) pukul 17.00 WIB, sebelum dilanjutkan dengan proses verifikasi administrasi dan dukungan pada 1–2 Agustus 2026.
“Kalau DPS sekitar 600 lebih, berarti syarat minimal dukungan sekitar 60-an anggota,” pungkasnya. (*/sya)






























