SUKABUMITIMES.com– Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Sukabumi, Melan Maulana, mewajibkan seluruh kadernya untuk aktif mengikuti kegiatan donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap kemanusiaan sekaligus membantu menjaga ketersediaan stok darah di Kota Sukabumi.
Penegasan tersebut disampaikan Melan saat agenda rutin Donor Darah Pemuda Pancasila Kota Sukabumi yang digelar setiap dua bulan sekali di Markas PMI Kota Sukabumi, Jalan Arif Rahman Hakim, Selasa sore (14/7/2026).
“Stok darah di PMI harus terus kita jaga. Ini bentuk nyata kepedulian Pemuda Pancasila untuk masyarakat. Setetes darah kita bisa menyelamatkan nyawa orang lain,” tegas Melan di sela kegiatan.
Menurutnya, donor darah bukan sekadar kegiatan seremonial organisasi, melainkan aksi kemanusiaan yang harus menjadi budaya bagi seluruh kader Pemuda Pancasila. Karena itu, ia meminta seluruh anggota untuk menjadikan donor darah sebagai kegiatan rutin.
“Saya mewajibkan seluruh kader Pemuda Pancasila untuk aktif mengikuti donor darah. Jangan hanya hadir saat ada kegiatan organisasi, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan darah. Ini adalah pengabdian kita kepada masyarakat,” ujarnya.
Melan menjelaskan, manfaat donor darah tidak hanya dirasakan oleh penerima darah, tetapi juga oleh pendonor. Ia menyebut donor darah secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan tubuh.

“Selain membantu sesama, donor darah juga memberikan manfaat bagi pendonor. Dapat menjaga kesehatan jantung, melancarkan sirkulasi darah, sekaligus menjadi sarana deteksi dini kondisi kesehatan kita,” katanya.
Dalam kegiatan yang berlangsung hingga malam hari tersebut, sebanyak 14 labu darah berhasil dikumpulkan dari para kader Pemuda Pancasila Kota Sukabumi.
Meski jumlah tersebut masih terbatas, Melan berharap kegiatan donor darah rutin dapat terus berjalan secara konsisten dengan jumlah peserta yang semakin meningkat.
“Kami ingin menumbuhkan budaya donor darah di internal Pemuda Pancasila. Harapannya, kader PP bisa menjadi pelopor aksi kemanusiaan di Kota Sukabumi,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah mengingat kebutuhan darah di Kota Sukabumi terus meningkat.
“Ini bukan hanya tugas PMI atau organisasi tertentu. Semua pihak harus memiliki kepedulian. Ketika kita mendonorkan darah, sesungguhnya kita sedang memberikan kesempatan hidup bagi orang lain,” tambah Melan.
Sementara itu, Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Kota Sukabumi, Hendi Wiryadi, mengungkapkan bahwa kebutuhan darah di Kota Sukabumi masih sangat tinggi. Berdasarkan data yang diperoleh pihaknya, terdapat sekitar 200 pasien, mayoritas berusia muda, yang mengidap kelainan darah dan harus menjalani transfusi darah setiap pekan.
“Kita harus prihatin. Berdasarkan data yang kami peroleh, ada sekitar 200 pasien warga Kota Sukabumi, rata-rata usia pemuda, yang mengidap kelainan darah dan wajib menjalani transfusi darah setiap minggunya,” kata Hendi.
Menurutnya, tingginya kebutuhan transfusi tersebut membuat pasokan darah harus terus tersedia agar pelayanan kesehatan tidak terganggu.
“Kalau dihitung secara keseluruhan, kebutuhan darah di Kota Sukabumi mencapai kurang lebih 2.000 labu setiap bulan. Saya pikir ini harus menjadi concern kita bersama, bukan hanya PMI, tetapi seluruh elemen masyarakat, organisasi, dan komunitas,” ujarnya.
Hendi berharap semakin banyak komunitas, organisasi kemasyarakatan, instansi pemerintah maupun swasta yang tergerak untuk rutin menggelar donor darah sehingga kebutuhan darah masyarakat dapat terpenuhi.
“Kami ingin kegiatan seperti ini menjadi gerakan bersama. Semakin banyak yang mendonorkan darah, semakin banyak pula nyawa yang bisa diselamatkan. Mudah-mudahan budaya donor darah terus tumbuh di Kota Sukabumi,” pungkasnya. (sya)
































