SUKABUMITIMES.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) melalui Aviation Fuel Terminat (AFT) Halim Perdanakusuma menyelenggarakan kegiatan pelatihan inovasi olahan produk hasil pertanian perkotaan lewat Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pusat Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Keluarga Masyarakat Rawajaya (Pusaka Rawajaya) bersama kelompok binaan Rumah Gizi Rawajaya pada Minggu (12/7/2026) di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Rawa Jaya, Jakarta Timur.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah hasil pertanian perkotaan menjadi produk bernilai tambah guna mendukung peningkatan pendapatan dan kesejahteraan. Pelatihan ini diikuti oleh 20 anggota bidang UMKM Kelompok Rumah Gizi Rawajaya yang mendapatkan pendampingan dalam proses pengolahan hasil panen hingga pengembangan usaha.
Inovasi produk tersebut turut membuka peluang pendapatan baru bagi 20 kepala keluarga rentan ekonomi di Kelurahan Pondok Kopi, yang terdiri dari pekerja serabutan dan perempuan rentan ekonomi, dengan tambahan penghasilan rata-rata sebesar Rp250.000 per orang per bulan.
Melalui pelatihan tersebut, peserta mengolah hasil budidaya menjadi produk seperti dodol, wajik melon, dan Bon Cabe Rawit Rawajaya (Boncara Raja). Selain dibekali pengetahuan mengenai pengemasan, standar kebersihan, kualitas produk, dan strategi pengembangan usaha, kelompok binaan juga didorong memperluas akses pemasaran.
Saat ini produk telah dipasarkan melalui media sosial @boncararaja dan ditargetkan pada akhir tahun dapat dipasarkan melalui platform e-commerce serta katalog produk. Inovasi ini diharapkan mampu memperpanjang masa simpan hasil panen, meningkatkan nilai ekonomi komoditas, serta mendorong tumbuhnya kewirausahaan berbasis potensi lokal secara berkelanjutan.
Lurah Kelurahan Pondok Kopi, Sandy Ardamsyah, menyampaikan kolaborasi antara Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat dan Pemerintah Kelurahan Pondok Kopi menjadi salah satu wujud sinergi dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. Melalui kerja sama ini, berbagai program sosial dan lingkungan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan.
“Kolaborasi antara pemerintah Kelurahan Pondok Kopi dengan Pertamina ini merupakan komitmen strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional dan daerah terutama dalam menciptakan jaminan sosial bagi masyarakat rentan dan pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari mendorong kesejahteraan sosial,” ujar Sandy.
Salah satu peserta, Sumi, mengungkapkan terima kasih atas dukungan Pertamina melalui penyediaan sarana dan prasarana, pelatihan, serta pendampingan telah memberikan manfaat nyata bagi kelompok binaan dalam mengembangkan usaha berbasis pemberdayaan masyarakat.
“Terima kasih kepada Pertamina karena telah mendukung pengembangan UMKM berbasis pemberdayaan masyarakat di Rawajaya dan Kelurahan Pondok Kopi, kami diberikan fasilitas sarana dan prasarana produksi serta pendampingan dan pelatihan untuk bisa berinovasi dan memberdayakan sesama,” ujar Sumi.
Di lain kesempatan Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Arya Yusa Dwicandra, menyampaikan sebagai wujud komitmen dalam memberdayakan masyarakat dapat menghadirkan program yang menggabungkan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan untuk mendorong lahirnya produk bernilai tambah serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
“Program ini tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga mengedepankan pendampingan berkelanjutan agar masyarakat memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha secara mandiri. Melalui kolaborasi bersama kelompok binaan di RPTRA Rawa Jaya, diharapkan lahir berbagai inovasi produk unggulan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah perkotaan, terutama yang berbasis pada prinsip ekonomi sirkuler demi keberlanjutan lingkungan,” ujar Arya.
Pertamina terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan yang berorientasi pada pengembangan potensi masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penciptaan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 2 tanpa kelaparan dan poin 8 pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. (*/sya)
































