SUKABUMITIMES.com — Komitmen Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sukabumi dalam mendampingi dan membina warga binaan kembali mendapat pengakuan. Pada peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 tingkat Kota Sukabumi, Senin (27/4/2026),
Kemenag Kota Sukabumi menerima apresiasi khusus dari Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kota Sukabumi atas kontribusi nyata dalam program pembinaan di lingkungan lapas.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kalapas Kota Sukabumi, Budi Hardiano, kepada Kepala Kantor Kemenag Kota Sukabumi, Samsul Puad, dalam seremoni yang berlangsung di Aula Lapas Kota Sukabumi dan dihadiri sejumlah pejabat serta tamu undangan.
Momentum ini menjadi simbol kuatnya kolaborasi antarinstansi dalam mendukung pembinaan warga binaan, khususnya melalui pendekatan keagamaan dan pembentukan karakter.
Kalapas Kota Sukabumi Budi Hardiano menegaskan penghargaan itu diberikan sebagai wujud penghormatan atas dedikasi Kemenag yang selama ini aktif terlibat dalam proses pembinaan di lapas.
“Terima kasih atas kerja sama selama ini. Kemenag berkontribusi langsung dengan mengirimkan para penyuluh agama setiap pekannya untuk membina warga binaan kami,” ujar Budi dalam sambutannya.
Menurut Budi, kehadiran para penyuluh agama memiliki peran strategis dalam membantu proses perubahan perilaku warga binaan menuju pribadi yang lebih baik.
“Pembinaan keagamaan ini menjadi bagian penting dalam proses pemasyarakatan. Kami melihat dampaknya sangat positif terhadap pembentukan karakter warga binaan. Ini bukan hanya soal kegiatan rohani, tapi juga soal membangun kesadaran dan harapan baru bagi mereka,” katanya.
Ia menekankan, keberhasilan pembinaan di lembaga pemasyarakatan tidak dapat dilakukan satu pihak saja. Diperlukan sinergi lintas sektor agar fungsi pemasyarakatan berjalan optimal.
“Sinergi seperti ini sangat kami butuhkan. Ketika lembaga lain hadir dan terlibat, maka proses pembinaan menjadi lebih kuat, lebih manusiawi, dan lebih bermakna bagi warga binaan,” tegas Budi.
Apresiasi tersebut, lanjutnya, juga menjadi bentuk pengakuan bahwa pembinaan berbasis keagamaan telah memberi kontribusi nyata dalam mendukung tujuan pemasyarakatan.
Di kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kemenag Kota Sukabumi Samsul Puad menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan yang diberikan. Ia juga mengucapkan selamat atas peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 yang menurutnya menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan pelayanan.
“Kami ucapkan selamat dan sukses kepada keluarga besar lembaga pemasyarakatan yang tengah berulang tahun ke-62. Semoga pemasyarakatan semakin baik dalam melayani warga binaannya secara prima,” ujar Puad.
Ia menyebut penghargaan itu bukan hanya untuk institusi Kemenag, tetapi juga untuk seluruh penyuluh agama yang selama ini konsisten mendampingi warga binaan dengan penuh dedikasi.
“Ini adalah penghargaan untuk para penyuluh agama yang selama ini hadir, membimbing, mendengar, dan membersamai warga binaan dalam proses pembinaan spiritual mereka,” katanya.
Puad menegaskan, Kemenag Kota Sukabumi berkomitmen terus memperkuat kolaborasi dengan Lapas, termasuk memperluas layanan pembinaan keagamaan secara inklusif bagi seluruh warga binaan tanpa membedakan latar belakang agama.
“Ke depan, kami akan terus bersinergi dalam memberikan layanan pembinaan kepada warga binaan melalui penyuluh agama, baik Muslim maupun non-Muslim,” tegasnya.
Menurutnya, pendekatan spiritual merupakan bagian penting dalam proses rehabilitasi sosial, karena tidak hanya membentuk pemahaman keagamaan, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai moral, tanggung jawab, dan optimisme untuk kembali ke masyarakat.
“Kami percaya pembinaan keagamaan dapat menjadi jalan perubahan. Ketika hati dibina, maka perilaku juga akan ikut berubah. Itu yang terus kami dorong bersama pihak lapas,” ujarnya.
Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 di Kota Sukabumi tahun ini pun tidak hanya menjadi ajang peringatan seremonial, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi antarlembaga dalam mendukung pembinaan warga binaan yang lebih humanis dan berkelanjutan. (*/sya)



























