Cuaca Jawa Barat 29 April: Sukabumi Berpotensi Diguyur Hujan Disertai Petir, BMKG Imbau Warga Waspada Siang hingga Malam

SUKABUMITIMES.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Barat mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten dan Kota Sukabumi, pada Rabu (29/4/2026).

Berdasarkan prakiraan cuaca yang diperbarui pukul 06.00 WIB, kondisi cuaca di Jawa Barat pada pagi hari umumnya cerah berawan hingga berawan. Namun, sejumlah wilayah, termasuk Sukabumi, berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang sejak pagi.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat menyebutkan, potensi hujan akan meningkat pada siang hingga sore hari dan terjadi di sebagian besar wilayah Jawa Barat.

“Siang hingga sore hari berpotensi terjadi hujan ringan sampai sedang di sebagian besar wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten dan Kota Sukabumi. Masyarakat diimbau waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat berlangsung cepat,” demikian disampaikan Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat dalam pembaruan prakiraan cuaca, Rabu pagi.

BMKG mencatat, pada pagi hari pukul 07.00 hingga 13.00 WIB, Sukabumi bersama sejumlah daerah lain seperti Bogor, Cianjur, Bandung, Garut, Tasikmalaya, hingga Pangandaran berpotensi mengalami hujan ringan sampai sedang.

Memasuki siang dan sore hari, potensi hujan diprakirakan semakin meluas. BMKG bahkan mengeluarkan peringatan dini terhadap kemungkinan hujan yang disertai petir dan angin kencang.

“Waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang antara siang hingga menjelang malam hari di sebagian wilayah Jawa Barat, termasuk Sukabumi,” tegas BMKG dalam peringatan dininya.

Pada malam hari, kondisi cuaca diperkirakan cerah berawan hingga berawan. Namun, hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah, meski untuk Sukabumi intensitas ancaman hujan mulai berkurang dibanding siang hari.

Sementara dini hari, cuaca diprakirakan relatif lebih stabil dengan kondisi cerah berawan hingga berawan.

BMKG juga mencatat suhu udara di Jawa Barat berkisar antara 18 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara 55 hingga 95 persen. Adapun angin bertiup dari Timur Laut hingga Tenggara dengan kecepatan 5 sampai 40 kilometer per jam.

Menurut BMKG, kombinasi kelembapan tinggi dan potensi pertumbuhan awan konvektif menjadi faktor yang dapat memicu hujan disertai petir dan angin kencang pada siang hingga malam.

“Masyarakat, khususnya yang beraktivitas di luar ruangan, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem lokal, terutama pada siang hingga menjelang malam,” ujar Prakirawan BMKG.

Bagi wilayah Sukabumi yang dalam beberapa hari terakhir kerap mengalami hujan lokal, warga diminta mengantisipasi kemungkinan genangan, pohon tumbang, serta gangguan perjalanan akibat cuaca buruk.

BMKG juga mengimbau para pengendara, petani, nelayan, hingga masyarakat di wilayah rawan bencana hidrometeorologi untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terbaru.

“Prakiraan cuaca dapat berubah secara dinamis mengikuti perkembangan atmosfer. Masyarakat diharapkan terus mengikuti pembaruan informasi resmi BMKG,” lanjut keterangan prakirawan. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *