SUKABUMITIMES.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui prakirawan wilayah Jawa Barat mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada Sabtu, (11/4/2026).
Prakirawan BMKG Jawa Barat menyampaikan bahwa kondisi cuaca di wilayah Sukabumi dan sebagian besar Jawa Barat pada pagi hari cenderung cerah berawan hingga berawan. Namun, perubahan cuaca diprediksi terjadi mulai siang hingga malam hari.
“Pada pagi hari umumnya cerah berawan hingga berawan. Namun memasuki siang dan sore hari, terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sebagian wilayah Jawa Barat, termasuk Sukabumi,” ujar prakirawan BMKG Jabar dalam keterangannya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa beberapa wilayah perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang pada siang hingga malam hari di wilayah Sukabumi dan sekitarnya,” tambahnya.
Menurut prakirawan, kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang cukup signifikan di wilayah Jawa Barat, termasuk meningkatnya kelembapan udara dan adanya pertemuan massa udara yang mendukung pembentukan awan hujan.
“Secara umum, kondisi atmosfer di Jawa Barat masih cukup labil, sehingga mendukung pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan disertai petir dan angin kencang,” jelasnya.
Untuk wilayah Sukabumi sendiri, hujan diperkirakan mulai turun pada siang hingga sore hari dan dapat berlanjut hingga malam dengan intensitas yang bervariasi.
“Sukabumi berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang pada siang hari, dan bisa meningkat menjadi sedang hingga lebat pada sore atau malam hari di beberapa titik,” ungkapnya.
BMKG juga mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, terutama di daerah rawan bencana, agar tetap berhati-hati terhadap potensi dampak yang ditimbulkan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan air, banjir lokal, dan tanah longsor, terutama di wilayah dengan topografi perbukitan dan daerah rawan,” tegasnya.
Selain itu, suhu udara di wilayah Jawa Barat diperkirakan berkisar antara 19 hingga 32 derajat Celsius, dengan kelembapan udara cukup tinggi, yakni antara 60 hingga 95 persen.
“Kecepatan angin secara umum bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 5 hingga 30 km/jam,” pungkas prakirawan.
Dengan kondisi cuaca yang dinamis ini, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi terbaru dari BMKG serta menyiapkan langkah antisipasi guna meminimalisir risiko yang dapat terjadi. (*/sya)






























