SUKABUMITIMES.com— Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan capaian membanggakan ibu kota yang kini menempati posisi kedua sebagai kota teraman di Asia Tenggara tahun 2026. Peringkat ini menempatkan Jakarta tepat di bawah Singapura, yang masih bertahan di posisi pertama.
“Jakarta yang selama ini dari 13 kota di ASEAN, ibu kota-ibu kota ASEAN, selalu biasanya nomor enam, nomor tujuh. Jakarta sekarang nomor dua, nomor satu Singapura,” kata Pramono.
Lonjakan peringkat ini dinilai bukan kebetulan. Pramono menegaskan, berbagai kebijakan yang membuka ruang publik dan memperkuat kebersamaan masyarakat menjadi faktor penting dalam meningkatkan rasa aman di ibu kota.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah membuka kawasan Monumen Nasional (Monas) untuk berbagai kegiatan masyarakat. Ruang publik tersebut kini menjadi simbol keterbukaan dan inklusivitas Jakarta.
Tak hanya itu, Pemprov juga аkan menggelar berbagai perayaan hari besar keagamaan secara terbuka, mulai dari Natal, Imlek, Nyepi, hingga Idulfitri.
Menurut Pramono, kebijakan menjadi representasi kuat dari toleransi dan keberagaman yang hidup di tengah masyarakat Jakarta.
“Penyelenggaraan berbagai acara keagamaan ini menunjukkan kuatnya toleransi dan keberagaman di ruang publik, sekaligus sebagai simbol kekuatan Jakarta,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan tersebut turut menumbuhkan rasa memiliki terhadap kota.
“Dengan demikian, saya meyakini masyarakat turut memiliki rasa saling memiliki Jakarta,” tambahnya.
Menariknya, capaian Jakarta ini juga mendapat perhatian dari luar negeri. Pramono mengaku sempat menerima komentar dari rekannya di Singapura yang tak menyangka Jakarta mampu menggelar perayaan Imlek dengan lebih meriah.
“Bahkan salah satu menteri yang kebetulan teman saya di Singapura menyampaikan kepada saya, ‘Kok bisa Jakarta menyambut Imlek ngalahin Singapura?’,” ungkapnya.
Atas capaian ini, Pramono mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga momentum positif tersebut, terutama dalam hal kondusivitas dan toleransi antarwarga.
“Karena itu, saya mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama merawat momentum ini dan menjaga kondusivitas dan toleransi di Jakarta,” tegasnya.
Sementara itu, berdasarkan laporan Global Residence Index edisi 16 Januari 2026, Singapura menempati posisi pertama sebagai kota teraman di Asia Tenggara dengan indeks keamanan 0,90. Jakarta menyusul di posisi kedua dengan skor 0,72.
Di bawah Jakarta, sejumlah kota lain turut masuk daftar, di antaranya Bangkok, Vientiane, Hanoi, Kuala Lumpur, Phuket, Ho Chi Minh City, Phnom Penh, dan Manila.(*/sya)


























