SUKABUMITIMES.com – Wilayah Sukabumi dan sebagian besar Jawa Barat diprakirakan mengalami cuaca yang dinamis sepanjang hari ini.
BMKG melalui Stasiun Klimatologi Jawa Barat mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan, terutama pada siang hingga sore hari pada Selasa (23/3/2027)
Prakirawan BMKG menyebutkan bahwa pada pagi hari, kondisi cuaca di Sukabumi dan wilayah Jawa Barat umumnya cerah berawan hingga berawan. Meski demikian, potensi hujan ringan tetap dapat terjadi secara lokal.
“Untuk pagi hari, kondisi cuaca relatif aman untuk aktivitas masyarakat. Namun tetap ada potensi hujan ringan di beberapa titik, sehingga masyarakat diimbau tetap waspada,” ujar prakirawan dari BMKG.
Memasuki siang hingga sore hari, potensi hujan meningkat dengan intensitas ringan hingga sedang, termasuk di wilayah Kabupaten Sukabumi. Selain itu, sejumlah daerah lain di Jawa Barat seperti Bogor, Depok, Bandung, Garut, hingga Cianjur juga diprakirakan mengalami kondisi serupa.
“Hujan yang terjadi pada siang hingga sore hari berpotensi disertai kilat atau petir serta angin kencang. Ini perlu menjadi perhatian serius, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan,” jelasnya.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem tersebut. Wilayah Sukabumi termasuk dalam daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan disertai petir dan angin kencang.
“Kami mengimbau masyarakat Sukabumi untuk berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem. Hindari berteduh di bawah pohon atau baliho saat hujan disertai petir, dan waspadai potensi pohon tumbang maupun genangan air,” tegas prakirawan.
Sementara itu, pada malam hingga dini hari, kondisi cuaca di Sukabumi dan sebagian besar wilayah Jawa Barat diprakirakan kembali lebih stabil, dengan dominasi cerah berawan hingga berawan.
Dari sisi suhu, wilayah Jawa Barat termasuk Sukabumi diperkirakan berada pada kisaran 19 hingga 33 derajat Celsius, dengan kelembapan udara cukup tinggi, yakni antara 50 hingga 95 persen. Angin bertiup dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 5 hingga 40 km per jam.
Menurut BMKG, kondisi atmosfer saat ini masih mendukung pembentukan awan hujan, terutama pada siang hari akibat pemanasan permukaan.
“Suhu yang cukup hangat pada siang hari dikombinasikan dengan kelembapan tinggi menjadi faktor utama terbentuknya awan hujan. Ini yang menyebabkan hujan sering terjadi pada siang hingga sore,” jelasnya.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi agar dapat mengantisipasi potensi dampak yang ditimbulkan.
“Informasi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti pembaruan dari BMKG demi keselamatan bersama,” pungkasnya. (“/sya)































