SUKABUMITIMES.com – Kepala Sekolah MAN 2 Kota Sukabumi Raden Andriani Lestari secara resmi membuka kegiatan Pesantren Ramadan berbasis Ekoteologi di aula sekolah pada Senin (9/3/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Menjadi Khalifah Bumi: Iman yang Tumbuh, Alam yang Terjaga” ini diikuti oleh seluruh siswa serta dewan guru.
Dalam keterangannya kepada sukabumitimes.com Raden Andriani Lestari menjelaskan bahwa pemilihan tema ekoteologi pada Pesantren Ramadan tahun ini selaras dengan program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya dalam kerangka Asta Protas yang menjadi arah kebijakan strategis lembaga tersebut.
Menurutnya, pendekatan ekoteologi sangat relevan dengan kondisi lingkungan saat ini yang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kerusakan alam hingga meningkatnya bencana di berbagai wilayah. Oleh karena itu, kegiatan Pesantren Ramadan tidak hanya difokuskan pada penguatan pengetahuan keagamaan, tetapi juga mendorong implementasi nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Keimanan tidak hanya berhenti pada pemahaman, tetapi juga harus tercermin dalam sikap dan perilaku terhadap alam. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab spiritual manusia sebagai khalifah di bumi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Penggerak Tim Pesantren Ramadan Yusuf Ambari, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan tahun ini dirancang dengan mengintegrasikan aktivitas keagamaan dan kepedulian lingkungan.
Ia menyebutkan, kegiatan diawali dengan berbagai ritual keagamaan seperti shalat dhuha berjamaah, tahsin Al-Qur’an, tadarus, serta kultum. Setelah itu, peserta mengikuti kegiatan berbasis ekoteologi yang dikemas dalam beberapa program utama.
Program pertama adalah madrasah bersih dan sehat, yang dilaksanakan melalui kegiatan bersih-bersih lingkungan sekolah selama 15 menit setiap pagi serta sebelum siswa pulang. Kegiatan ini bertujuan membangun kebiasaan menjaga kebersihan sebagai bagian dari praktik nilai-nilai keagamaan.
Selain itu, terdapat program Eco Break, yakni kegiatan kreatif berupa pembuatan kaligrafi yang memuat ayat-ayat Al-Qur’an bertema lingkungan. Hasil karya siswa nantinya akan ditempatkan di berbagai sudut literasi madrasah sebagai media edukasi sekaligus penguatan budaya literasi berbasis ekologi.
Program berikutnya adalah pengembangan madrasah hijau dan nyaman melalui kegiatan pembelajaran penyemaian tanaman sayur-mayur dan tanaman pangan. Siswa juga diperkenalkan pada proses persemaian tanaman keras dan buah-buahan yang akan dilanjutkan dengan pembelajaran teknik budidaya, seperti sambung stek dan metode penanaman lainnya.
Menurut Yusuf, kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari program Pesantren Ramadan, tetapi juga menjadi titik awal (launching) implementasi program ekoteologi secara berkelanjutan di lingkungan madrasah.
“Ke depan, kami berharap MAN 2 Kota Sukabumi dapat mewujudkan madrasah yang bersih, sehat, serta hijau berbasis ketahanan pangan. Bahkan tidak menutup kemungkinan kebutuhan sayuran di lingkungan madrasah dapat dipenuhi dari hasil budidaya para siswa,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, setiap siswa diminta membawa satu polybag yang telah berisi media tanam. Untuk jenis benih buah-buahan diserahkan kepada masing-masing siswa, sedangkan benih sayuran disediakan oleh pihak madrasah.
Yusuf menambahkan, metode pembelajaran juga dirancang lebih aplikatif. Para siswa tidak hanya mengikuti materi di dalam ruangan, tetapi juga akan diarahkan ke titik-titik persemaian yang telah disiapkan untuk mengikuti praktik langsung di lapangan.
Melalui pendekatan tersebut, Pesantren Ramadan di MAN 2 Kota Sukabumi diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai keimanan yang terintegrasi dengan kesadaran ekologis, sehingga lahir generasi muda yang tidak hanya religius, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan. (rus)
































