SUKABUMITIMES.com – Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai kegiatan Haflatul Wada atau wisuda siswa kelas XII angkatan ke-26 SMA Pesantren Terpadu (SMA PT) Hayatan Thayyibah Kota Sukabumi pada Sabtu (9/5/2026).
Angkatan yang diberi nama “Forganszo” itu sukses mencatatkan sederet prestasi membanggakan, mulai dari lolos perguruan tinggi negeri hingga prestasi tingkat nasional.
Kepala SMA Pesantren Terpadu Hayatan Thayyibah, Zaenal Arifin, mengatakan kegiatan wisuda tahun ini berlangsung lancar dan khidmat dengan dihadiri pengawas pembina, komite sekolah, manajemen sekolah, guru, karyawan, hingga orang tua siswa.
“Alhamdulillah Haflatul Wada angkatan ke-26 berlangsung lancar dan penuh kekhidmatan. Semua unsur sekolah dan para wali siswa hadir memberikan dukungan kepada anak-anak kami,” ujar Zaenal Arifin.

Ia menjelaskan, angkatan “Forganszo” memiliki filosofi sebagai generasi yang membawa semangat kolaborasi, penuh keceriaan, dan harmoni dalam menerangi negeri.
Menurutnya, nama tersebut sejalan dengan capaian para siswa selama menempuh pendidikan di sekolah berbasis pesantren tersebut.
“Forganszo bermakna generasi yang memiliki spirit kolaborasi, ceria, dan harmonis dalam menyinari negeri. Alhamdulillah mereka benar-benar membuktikannya dengan banyak prestasi hingga tingkat nasional,” katanya.
Zaenal mengungkapkan, dari total 114 siswa yang lulus tahun ini, sebanyak 30 siswa telah diterima di perguruan tinggi negeri. Sebanyak 22 siswa lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), sementara delapan lainnya diterima lewat jalur prestasi lain.
“Alhamdulillah ada 30 lulusan yang sudah diterima di PTN. Sebanyak 22 siswa diterima melalui jalur SNBP dan delapan lainnya lewat jalur prestasi,” ungkapnya.

Ia berharap siswa lainnya juga dapat menyusul lolos melalui jalur SNBT, sekolah kedinasan maupun seleksi mandiri.
“Kami optimistis sisanya juga bisa diterima di perguruan tinggi melalui berbagai jalur yang masih berlangsung,” ujarnya.
Selain capaian akademik, siswa SMA Hayatan Thayyibah juga menorehkan prestasi di bidang literasi dengan meraih juara lomba menulis cerpen tingkat nasional. Bahkan, sekolah tersebut juga ditunjuk Kementerian Pendidikan sebagai salah satu sekolah model dalam penerapan pembelajaran mendalam.
Zaenal menegaskan, sistem pendidikan di SMA Hayatan Thayyibah menggabungkan kurikulum nasional dengan pendidikan kepesantrenan, sains, dan pembentukan karakter.
“Kami berharap ilmu yang diperoleh selama tiga tahun di SMA Hatoy menjadi ilmu yang bermanfaat dan berkah, sehingga membawa kesuksesan dunia dan akhirat bagi para lulusan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Haflatul Wada sekaligus Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Samsam Budiman, mengatakan kegiatan wisuda tahun ini dikemas lebih meriah dengan melibatkan kreativitas para siswa.
“Wisuda tahun ini menjadi momentum kebahagiaan bagi siswa, guru, dan orang tua. Banyak penampilan yang ditampilkan sebagai hasil pembinaan ekstrakurikuler,” kata Samsam.
Berbagai pertunjukan seni memeriahkan acara, mulai dari pencak silat, tari, puisi, paduan suara, hingga broadcasting. Menurut Samsam, ekstrakurikuler broadcasting menjadi salah satu program unggulan sekolah karena mampu melatih siswa mengelola sebuah acara secara profesional.
“Anak-anak diajarkan bagaimana mengemas sebuah acara sehingga mereka memahami proses menjadi event organizer. Ini pengalaman penting untuk meningkatkan kreativitas dan kerja sama,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan para orang tua yang hadir mendampingi putra-putrinya sejak awal kegiatan berlangsung.

“Kehadiran orang tua tepat waktu menjadi bentuk perhatian dan apresiasi terhadap proses pendidikan anak-anak mereka,” ucapnya.
Jumlah lulusan tahun ini juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika tahun lalu hanya 87 siswa, kini jumlah lulusan mencapai 114 orang.
“Ini menjadi indikator perkembangan sekolah yang sangat baik. Kami berterimakasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan,” katanya.
Meski persiapan dilakukan dalam waktu singkat, yakni sekitar dua pekan, Samsam bersyukur seluruh rangkaian acara dapat berjalan sukses.
“Walaupun persiapan cukup singkat dan ada beberapa kendala, alhamdulillah acara berjalan lancar dan memberikan kesan positif bagi semua yang hadir,” ujarnya.
Di akhir acara, Samsam berpesan agar seluruh lulusan tetap menjaga kebiasaan baik dan nilai-nilai yang telah dibangun selama belajar di lingkungan pesantren.
“Kami berharap seluruh kebiasaan baik yang sudah diterapkan selama di sekolah dan pesantren tetap dijalankan secara mandiri ketika mereka melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” pungkasnya. (sya/rus)

























