SUKABUMITIMES.com— SMK PGRI 1 Kota Sukabumi resmi meluncurkan program Business Center dan Migran Center pada tahun 2026 sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja.
Peluncuran program tersebut digelar di lingkungan sekolah pada kamis (12/02/26) dan dihadiri Ketua PGRI Kota Sukabumi Roni Abdurahman, Kepala Sekolah Riswan Safari, para pelaku usaha, dewan guru, serta ratusan siswa.
Kepala SMK PGRI 1 Kota Sukabumi, Riswan Safari, mengatakan bahwa pembentukan Business Center dan Migran Center merupakan bagian dari transformasi pendidikan vokasi yang menekankan pada penguatan keterampilan praktis dan kesiapan kerja siswa.
Menurut dia, sekolah tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada penguasaan kompetensi teknis yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Program ini kami luncurkan untuk memberikan keterampilan nyata kepada siswa agar mereka siap memasuki dunia kerja. Kami berharap lulusan memiliki kemampuan teknis yang memadai serta mental kerja yang kuat dalam menyiapkan masa depan mereka,” ujar Riswan dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, Business Center akan menjadi wadah praktik kewirausahaan siswa yang dikelola secara profesional di lingkungan sekolah. Melalui program ini, siswa dilibatkan langsung dalam proses produksi, pemasaran, hingga manajemen usaha. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami teori bisnis, tetapi juga mengalami praktik riil pengelolaan usaha.
Sementara itu, Migran Center difokuskan pada pembekalan informasi dan pelatihan bagi siswa yang berminat bekerja di luar negeri.
Program ini akan memberikan edukasi terkait prosedur ketenagakerjaan, keterampilan tambahan yang dibutuhkan, serta pemahaman hukum dan perlindungan tenaga kerja.
Langkah ini dinilai penting mengingat peluang kerja di sektor migran masih terbuka luas, namun memerlukan kesiapan kompetensi dan administrasi yang matang.
Ketua PGRI Kota Sukabumi, Roni Abdurahman mengapresiasi inovasi yang dilakukan pihak sekolah. Menurut dia, terobosan tersebut sejalan dengan semangat peningkatan mutu pendidikan vokasi di daerah, khususnya dalam menjawab tantangan rendahnya serapan tenaga kerja lulusan sekolah menengah kejuruan.
“Kami mendorong sekolah-sekolah untuk berani berinovasi. Program seperti ini menjadi contoh konkret bagaimana pendidikan dapat langsung terhubung dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” ujarnya.
Peluncuran program ini juga mendapat respons positif dari para pelaku usaha yang hadir. Mereka menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi melalui program magang, pendampingan usaha, hingga peluang rekrutmen bagi lulusan yang memenuhi kualifikasi.
Dengan diluncurkannya Business Center dan Migran Center, SMK PGRI 1 Kota Sukabumi berharap mampu mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga adaptif, produktif, dan berdaya saing tinggi di tingkat lokal maupun global.
Program ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam memperkuat peran pendidikan vokasi sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. (rus).































