SUKABUMITIMES.com – Kecamatan Cikole Kota Sukabumi resmi meluncurkan program sosial bertajuk Jumat Menanam (Junam) sebagai langkah strategis mitigasi bencana berbasis ekologi pada Jumat (13/02/2026).
Program ini digagas sebagai respons terhadap urgensi penguatan daya dukung lingkungan, khususnya di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
Camat Cikole, Cesar Anwar, dalam wawancara bersama sukabumitimes.com menjelaskan bahwa program tersebut mulai direalisasikan pada Jumat pekan kedua Februari 2026. Inisiatif ini merupakan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan DKP3 Kota Sukabumi serta Kantor Cabang Dinas Perhutani Jawa Barat.
Menurut Cesar, kegiatan penanaman pohon akan dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat dengan titik awal di wilayah Kelurahan Cisarua. Pada tahap perdana, sedikitnya 20 bibit pohon ditanam, terdiri atas tanaman produktif seperti mangga, jambu Bool, dan lain – lain.
Bibit tersebut diperoleh melalui dukungan berkala dari DKP3 dan Perhutani sebagai bentuk sinergitas antar instansi dalam penguatan ketahanan lingkungan.
Secara teknis, penanaman difokuskan di bantaran sungai wilayah RW 18 Kelurahan Cisarua serta lahan warga yang berdekatan dengan aliran sungai. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada pendekatan mitigatisi terhadap potensi erosi, longsor, dan banjir yang kerap dipicu oleh degradasi vegetasi di daerah sempadan sungai.
Cesar menegaskan bahwa program ini mengusung prinsip ekologis berkelanjutan dengan tagline, “Alam Kita Jaga Maka Alam Akan Menjaga Kita.”
Secara konseptual, langkah ini merupakan implementasi mitigasi struktural berbasis vegetatif yang bertujuan meningkatkan kapasitas resapan air, memperkuat struktur tanah, serta menekan risiko bencana lingkungan.
Partisipasi masyarakat dinilai cukup tinggi. Kegiatan penanaman melibatkan warga sekitar serta dukungan dari organisasi 234 Sukabumi Club. Keterlibatan komunitas lokal menjadi indikator penting dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pengelolaan lingkungan yang partisipatif dan berkelanjutan.
Melalui program Jumat Menanam, Kecamatan Cikole berupaya membangun model mitigasi bencana yang tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga preventif dengan menitikberatkan pada penguatan ekosistem sebagai benteng alami terhadap ancaman bencana. (rus)

























