SUKABUMITIMES.COM – Mengawali tahun ajaran baru, SMK PGRI 1 Cipoho Kota Sukabumi tak hanya sekadar memperkenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru. Melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sekolah ini membentangkan pondasi kuat bagi pembentukan karakter, disiplin, dan kesiapan siswa menghadapi dunia masa depan.
Kepala SMK PGRI 1 Kota Sukabumi, Riswan Safari menegaskan, bahwa MPLS di sekolahnya lebih dari sekadar kegiatan seremonial.
“Kami menghadirkan siswa pukul enam pagi bukan tanpa alasan, ini bagian dari pendidikan karakter disiplin. Mereka dibentuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab, jujur, komunikatif, dan siap menghadapi tantangan dunia industri,” ujar Ridwan yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Biro Organisasi dan Kaderisasi PGRI Jawa Barat.
Berbagai materi pengenalan jurusan, etika, dan nilai-nilai kehidupan diberikan selama MPLS berlangsung. Riswan menyebut, semua ini merupakan bagian dari strategi sekolah dalam membentuk generasi yang tak hanya cerdas secara akademik, namun juga kuat secara moral dan mentalitas.
Lebih lanjut, MPLS juga memberi manfaat nyata bagi siswa. Mereka mulai memahami visi dan misi sekolah, mengenali nilai-nilai kedisiplinan, keterampilan, serta pentingnya menjaga lingkungan.
“Kami ingin anak-anak ini tumbuh menjadi siswa yang bersih, terampil, dan mampu berprestasi. Karenanya setiap Jumat, ada program Jumat Bersih untuk melatih kepedulian terhadap lingkungan,” tambah Riswan.
Tak hanya berfokus pada pembentukan karakter, SMK PGRI 1 Cipoho juga menggagas program literasi dan numerasi sebagai fondasi kecakapan hidup abad 21. Siswa dibiasakan membaca dan berhitung secara konsisten sebagai bagian dari pembelajaran harian.
Menurut Riswan, dua hal ini adalah pondasi utama untuk menapaki masa depan. Hal ini di sampaikan riswan di ruang kerjanya pada Jumat (25/7/2025).
Riswan juga menyinggung tantangan pendidikan saat ini, yaitu melemahnya karakter positif siswa. Karenanya, ia menekankan pentingnya mengembalikan nilai-nilai luhur dalam pendidikan, yang sejalan dengan program “MPLS Panca Waluya” dari Gubernur Jawa Barat.
“Lima kesempurnaan yang dimaksud yaitu anak harus baik, pintar, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki semangat hidup,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, SMK PGRI 1 Cipoho berencana meluncurkan program “Sekolah Terampil”. Program ini akan membekali siswa dengan keterampilan tambahan di luar bidang jurusan mereka. Salah satu keterampilan yang akan diberikan adalah perbaikan kendaraan roda dua, sebagai modal bagi siswa untuk mandiri secara ekonomi.
“Harapan kami sederhana namun kuat, anak-anak bisa membentuk karakter sejak awal, memiliki semangat, serta target yang jelas setelah lulus, apakah ingin melanjutkan pendidikan, bekerja, atau membuka usaha sendiri,” ujar Riswan penuh semangat.
Namun, kepedulian sekolah tidak berhenti setelah siswa lulus. SMK PGRI 1 Cipoho aktif menjalin kerja sama dengan berbagai dunia usaha dan industri. Mulai dari perusahaan nasional seperti Alfamart, PT. Orang Tua, hingga lembaga kerja di Jepang.
Bukti nyata dari program ini adalah keberangkatan puluhan alumni ke Jepang.
“Hingga saat ini, sudah ada 20-30 alumni kami yang bekerja di Jepang melalui lembaga resmi yang legalitasnya terjamin. Ini bukan mimpi, ini kenyataan dari kerja keras sekolah dan anak-anak,” tegasnya.
SMK PGRI 1 Cipoho tak hanya mendidik, tapi juga membuka jalan menuju masa depan. Dari MPLS yang menginspirasi hingga keterampilan nyata yang membekali, sekolah ini hadir sebagai ladang subur bagi tumbuhnya generasi yang siap membangun masa depan—dengan karakter, keterampilan, dan harapan besar. (rus)

























