Kang H. Asdaq Resmi Menjadi Satu-satunya Petugas PHD dari Sukabumi: Kota Tidak Ada

SUKABUMITIMES.com – Sebuah catatan penting mewarnai persiapan pemberangkatan ibadah haji tahun 2026 untuk wilayah Jawa Barat.

Dalam seleksi ketat Petugas Pendamping Haji Daerah (PHD), muncul satu nama yang kini menjadi sorotan, yakni Asep Dindin Abdulqodir.

Sosok yang akrab disapa Kang H. Asdaq ini resmi menjadi satu-satunya perwakilan PHD yang berasal dari Kabupaten Sukabumi.

Kondisi ini tergolong unik dan menarik perhatian publik, mengingat dari wilayah Kota Sukabumi, tahun ini dipastikan tidak ada satupun (nol) petugas yang lolos atau mengisi posisi PHD tersebut.

Dengan demikian, beban dan amanah besar kini berada di pundak Kang H. Asdaq sebagai satu-satunya “wajah” Sukabumi di jajaran pendamping daerah.

Sebagai persiapan menjalankan tugas mulia tersebut, Kang H. Asdaq yang saat ini berprofesi sebagai tenaga pengajar di Pondok Pesantren Annidzom Kabupaten Sukabumi kini tengah menjalani rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan di Asrama Haji Indramayu, Jawa Barat.

Acara yang berlangsung selama 10 hari ini dimulai dari tanggal 2 hingga 11 Februari 2026.

Pelatihan ini sangat krusial karena para petugas dibekali dengan berbagai kemampuan mulai dari regulasi terbaru, manajemen krisis, hingga pemantapan manasik haji.

Kehadiran Kang H. Asdaq diharapkan mampu membawa semangat baru bagi jamaah asal Kabupaten Sukabumi agar dapat menjalani ibadah dengan lebih baik, tertib, dan meraih predikat haji yang mubarokah.

Sebagai bagian dari perangkat petugas haji yang membantu Kementerian Agama, Pendamping Haji Daerah (PHD) memiliki peran strategis.

Berikut adalah rincian fungsi dan tugas yang akan dijalankan oleh Kang H. Asdaq selama operasional haji:

Pelayanan Umum dan Manajerial, tugas utama PHD adalah membantu ketua kloter dalam mengorganisir jamaah. Mulai dari keberangkatan di tanah air, selama di pesawat, hingga tiba di tanah suci. PHD memastikan distribusi logistik, akomodasi hotel, dan transportasi bus shalawat berjalan lancar bagi jamaah daerahnya.

Bimbingan IbadahPHD bertanggung jawab membantu jamaah dalam mempraktikkan manasik haji yang telah dipelajari. Mengingat kondisi di lapangan seringkali dinamis, PHD hadir untuk memberikan konsultasi cepat terkait rukun dan wajib haji agar ibadah jamaah tetap sah sesuai syariat.

Pelayanan Kesehatan dan Perlindungan Meskipun ada tim medis khusus, PHD wajib melakukan deteksi dini terhadap kondisi kesehatan jamaah, terutama lansia. PHD berfungsi sebagai penghubung antara jamaah yang membutuhkan bantuan darurat dengan petugas medis atau pihak keamanan di Arab Saudi.

Penanganan Krisis (Emergency Response) Jika terjadi kendala seperti jamaah tersesat, kehilangan dokumen, atau masalah di pemondokan, PHD adalah orang pertama yang bertindak sebagai mediator dan pemberi solusi di tingkat lapangan.

Meskipun menjadi satu-satunya perwakilan dari Kabupaten Sukabumi (dan tidak adanya perwakilan dari Kota), semangat Kang H. Asdaq tidak surut. Dukungan mengalir dari berbagai lapisan masyarakat Sukabumi yang berharap kehadiran beliau dapat menjadi jembatan kebaikan.

“Hadirnya Kang H. Asdaq diharapkan membawa keberkahan bagi para calon tamu Allah asal Sukabumi. Beliau bukan sekadar petugas, tapi pelayan tamu Allah yang membawa misi nama baik daerah agar Kabupaten Sukabumi semakin mubarokah,” ungkap salah satu koleganya.

Dengan berakhirnya masa pelatihan di Indramayu pada 11 Februari mendatang, Kang H. Asdaq akan segera kembali ke daerah untuk melakukan koordinasi akhir sebelum akhirnya bertolak mendampingi rombongan jamaah menuju tanah suci Makkah dan Madinah. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar