SUKABUMITIMES.COM – Derasnya arus Sungai Cidadap, di Desa Cidadap akibat hujan yang turun tanpa jeda, serta akses jembatan yang terputus total tidak menyurutkan langkah tim SAR gabungan untuk menyelamatkan puluhan warga Kampung Cisarua, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, yang terisolir akibat terjangan banjir.
Dalam operasi penyelamatan penuh risiko tersebut, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi sedikitnya 38 jiwa ke tempat yang lebih aman. Proses evakuasi dilakukan dengan perjuangan ekstra di tengah kondisi cuaca yang terus memburuk.
Korps SAR Basarnas Sukabumi, Suryo Adianto, mengatakan evakuasi melibatkan personel gabungan dari Basarnas, Polsek Cisolok, Brimob, Kecamatan Simpenan, Caldera, Damkar, serta unsur terkait lainnya.
“Alhamdulillah hari ini tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi kurang lebih 36 jiwa yang sebelumnya terisolir dan sudah kami bawa ke tempat aman. Masih ada sekitar tiga orang lagi yang bertahan, dan nanti akan kami kondisikan untuk evakuasi selanjutnya,” ungkap Suryo.
Suryo menjelaskan, warga benar-benar terisolir lantaran satu-satunya akses penghubung berupa jembatan telah putus dihantam banjir. Akibatnya, warga tidak dapat berpindah ke lokasi yang lebih aman tanpa bantuan tim penyelamat.
“Jembatan akses satu-satunya terputus oleh banjir. Mereka tidak bisa menyeberang dan benar-benar terisolir,” jelasnya.
Tantangan terbesar di lapangan, lanjut Suryo, adalah cuaca ekstrem dan derasnya arus sungai yang sewaktu-waktu dapat membahayakan tim evakuasi.
“Hujan turun dengan intensitas sedang hingga lebat, sementara arus Sungai Cidadap cukup deras. Ini sangat menyulitkan proses evakuasi,” ujarnya.
Untuk menaklukkan arus sungai, tim SAR menggunakan dua perahu rafting yang dilengkapi tali pengaman (safety line) sebagai langkah antisipasi jika terjadi kondisi darurat selama proses penyebrangan.
Sebelumnya diketahui sekitar 20 Kepala Keluarga dengan jumlah 38 jiwa warga kampung Cisarua, kadusunan Kawung Luwuk, desa Cidadap, Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi terjebak diantara sungai Cidadap yang meluap dampak hujan deras yang terus mengguyur dalam beberapa hari ini, hingga akhirnya derasnya arus sungai memutus akses jembatan sebagai penyebrangan warga yng digunakan sehari hari. (stm)































