SUKABUMITIMES.COM – Arah baru pendidikan di Kota Sukabumi mulai dikebut. Dinas Pendidikan menggerakkan dua program besar secara simultan pada 2025, mendorong pembelajaran berbasis digital sekaligus membedah infrastruktur sekolah yang dinilai sudah tidak layak.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Novian Restiadi, menegaskan digitalisasi pembelajaran tidak berhenti pada penyaluran bantuan.
Sekolah dibekali perangkat PID berupa TV pintar, laptop, dan notebook agar guru memiliki alat konkret untuk mengubah pola belajar di kelas.
”Teknologi tersebut dirancang untuk membuat proses belajar lebih hidup. Guru dapat menyajikan materi berbasis aplikasi, sementara peserta didik didorong lebih aktif berdiskusi dan berinteraksi selama pembelajaran berlangsung,” kata Kadisdik, Selasa (16/12/2025).
Program tersebut kata dia, menjangkau ratusan satuan pendidikan. Sebanyak 146 SD, 21 SMP, dan 80 PAUD di Kota Sukabumi tercatat masuk dalam program digitalisasi pembelajaran, sekaligus menjadi bagian dari percepatan pemerataan kualitas pendidikan.
Di sisi lain, pembenahan fisik sekolah juga dipacu melalui program revitalisasi yang mulai berjalan pada 2025. Skema pendanaan berasal dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sementara pelaksanaan pekerjaan dilaksanakan langsung oleh sekolah.
Pelaksanaan revitalisasi menggunakan metode swakelola tipe 4 dengan melibatkan kelompok masyarakat. Sekolah membentuk Panitia Pembangunan Sekolah dan seluruh pekerjaan didampingi konsultan perencanaan serta konsultan pengawasan agar berjalan sesuai standar.
Sebanyak 28 sekolah ditetapkan sebagai penerima revitalisasi, terdiri dari 19 SD, 7 SMP, 1 TK, dan 1 PKBM. Penentuan sekolah dilakukan kementerian berdasarkan data Dapodik, termasuk penyesuaian besaran anggaran.
Novian menegaskan pengawasan menjadi kunci. Dinas Pendidikan berperan mengawal seluruh tahapan pekerjaan, menampung masukan masyarakat, serta memastikan pelaksanaan revitalisasi berjalan sesuai perencanaan dan RAB yang telah ditetapkan. (uml)































