SUKABUMITIMES.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama Kementerian Desa PDT, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Dinas Kesehatan, serta Keluarga SIGAP menyelenggarakan Lokakarya Keberlanjutan Program Keluarga SIGAP pada tingkat kecamatan dan desa di wilayah Palabuhanratu, Selasa (25/11/2025).
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat integrasi program ke dalam perencanaan dan penganggaran desa.
Program Keluarga SIGAP merupakan kampanye perubahan perilaku yang berfokus pada tiga aspek utama, yakni imunisasi rutin lengkap dan sesuai jadwal, cuci tangan pakai sabun, serta pemberian makanan bergizi dan camilan sehat bagi anak usia 0–24 bulan.
Edukasi disampaikan melalui pelatihan kader, kunjungan rumah, kelas ibu baduta, dan berbagai media interaktif termasuk pemanfaatan media sosial.
Sejak uji coba pada 2023, Keluarga SIGAP terus dikembangkan dan pada 2025 diperluas ke tiga kabupaten, yaitu Sukabumi di Jawa Barat, Brebes di Jawa Tengah, dan Banjar di Kalimantan Selatan. Khusus di Sukabumi, program ini telah menjangkau 53.456 baduta yang tersebar di 285 desa, dengan dukungan 3.876 kader dari 2.670 posyandu.
Penasihat Advokasi Keluarga SIGAP, Nuwirman, menyebut program ini bukan hanya proyek jangka pendek, melainkan gerakan masyarakat yang berdampak langsung pada kesehatan keluarga.
“SIGAP adalah pendekatan konkret. Ini bukan sekadar program, tapi gerakan,” ujarnya.
Harapan serupa disampaikan Ardi Prastowo, Team Leader Program Keluarga SIGAP. Ia menekankan pentingnya komitmen desa untuk menopang keberlanjutan melalui dukungan Dana Desa.
“Kami mengajak para kepala desa untuk bersama memastikan program ini dapat berjalan mandiri,” katanya.
Perwakilan Kementerian Desa PDT, Sappe MP Sirait, menambahkan bahwa pemanfaatan dana desa untuk kesehatan dasar harus diterapkan optimal di setiap wilayah. Hal tersebut penting untuk menjamin keberlanjutan layanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam pencegahan stunting dan peningkatan gizi balita.
Sekretaris Dinas PMD Kabupaten Sukabumi, Andriyansyah Subandi, mengapresiasi komitmen kepala desa yang mulai mengalokasikan anggaran desa untuk Keluarga SIGAP. Menurutnya, dukungan lintas sektor akan memastikan program berjalan efektif dan manfaatnya dirasakan masyarakat.
Lokakarya yang berlangsung selama tiga hari hingga 27 November 2025 ini menghadirkan 285 kepala desa. Para peserta didorong memperkuat kesiapan desa dalam mengintegrasikan program Keluarga SIGAP ke dalam kebijakan pembangunan, sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting dan pembangunan sumber daya manusia menuju Generasi Emas 2045. (rus)


























