Akses Desa Tarisi – Bantargadung Warungkiara Terputus Akibat Jembatan Darurat Hanyut Terbawa Banjir 

SUKABUMITIMES.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi dalam beberapa hari terakhir kembali memutus akses warga. Jembatan darurat di Desa Tarisi kembali hanyut terbawa arus deras sungai.

Kepala Desa Tarisi, Sutendi membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut jembatan darurat itu kemarin sekitar pukul 17.30 WIB dan merupakan satu-satunya akses warga menuju Desa Bantargadung dan pusat Kecamatan Warungkiara.

“Betul, jembatan darurat itu terbawa banjir sekitar setengah enam sore. Debit air naik tiba-tiba. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka,” kata Sutendi kepada wartawan. Sabtu (22/11/2025).

Sutendi menjelaskan, jembatan utama sebelumnya rusak parah akibat longsor pada 2024 lalu. Sebagai solusi sementara, warga bergotong royong membangun jembatan alternatif berbahan bambu dan papan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan.

“Karena jembatan utamanya kena longsor tahun kemarin, warga bangun jembatan sementara. Tapi sekarang jembatan sementaranya kebawa banjir lagi, hanyut semua,” ujarnya.

Akibat putusnya jembatan darurat tersebut, aktivitas harian warga kembali lumpuh. Untuk menuju kecamatan atau wilayah sekitar, warga terpaksa memutar melewati tiga desa: Hegarmanah, Bantarkalong, dan Sirnajaya.

“Kalau naik mobil, perjalanan bisa sampai satu jam lebih. Biasanya hanya beberapa menit,” tegasnya.

Sementara itu, pembangunan jembatan permanen dari program Disperkim saat ini baru mencapai sekitar 50 persen. Target penyelesaian proyek tersebut adalah 120 hari kalender atau empat bulan.

“Pembangunan sudah berjalan hampir tiga bulan, namun belum rampung,” kata Sutendi.

Ia berharap pihak terkait dapat mempercepat penyelesaian proyek mengingat urgensi akses tersebut bagi masyarakat, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, distribusi pangan, hingga layanan kesehatan.

“Harapan kami, pembangunan bisa dipercepat. Ini sudah terlalu lama dan akses warga sangat terganggu,” tegasnya.

Sutendi pun meminta masyarakat tetap bersabar sambil menunggu penyelesaian jembatan tersebut.

“Warga Desa Tarisi mohon bersabar. Kami menunggu langkah percepatan dari pihak terkait agar jalur utama kembali bisa digunakan dan aktivitas masyarakat kembali normal,” pungkasnya. (stm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *