SUKABUMITIMES.COM – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) itu satu organisasi birokrasi, satu organisasi eksekutif. Dalam tataran yang ideal tidak ada organisasi lainnya.
Penegasan Wali Kota Ayep Zaki ini disampaikan kepada sukabumitimes.com sesaat setelah membuka Pelatihan Kemimpinan Efektif “Pemimpin Organsiasi Unggul” yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Sukabumi di Aula BKPSDM pada Rabu (5/11/2025).
“ASN harus profesional dengan organisasi birokrasi. Dalam realitanya masih ada yang pegang organisasi lainnya,” ungkap Wali Kota Ayep Zaki yang didampingi oleh Kepala BKPSDM Kota Sukabumi Taufik Hidayah.
Ayep menekankan, ASN itu harus kompak, satu visi dan juga fokus pada apa yang dikerjakan.
“Supaya apa? tidak lain sasaran antara adalah melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Ayep Zaki juga mendorong kepada para eselon dua yang bermedia sosial untuk aktif menyampaikan kepada masyarakat, terkait kinerjanya.
“Seharusnya kerjanya itu sampai ke masyarakat, diekspos kegiatannya, apa kekurangannya sehingga ada feed back dari masyarakat, sehingga disitulah koreksinya,” bebernya.
Pejabat eselon dua, masih ungkap Wali Kota Ayep, dalam memimpin secara berkala akan dievaluasi.
“Tepatnya setiap enam bulan atau satu semester akan dilakukan evaluasi, terutama terkait dengan inovasinya dalam memimpin OPD,” ujarnya.
Dalam evaluasi ini, Ayep menegaskan tentu bukan sekedar dievaluasi saja, tetapi bagi yang tidak sesuai dengan apa yang sudah rencanakan pasti akan ada punishment.
“Kalau tidak bisa kerja, ya tidak akan diperpanjang SKPD nya, nanti akan kita pindahkan ke fungsional.,” tegasnya.
“Dalam evaluasi tersebut akan kita lihat SKPD mana yang bisa menyelesaikan tugas kedinasannya masing-masing,” tambahnya.
Titik penting dalam evaluasi ini adalah bagaimana seorang kepala OPD mampu berinovasi dalam menjalankan organisasinya serta pertumbuhan atau efek yang ditimbulkan dari apa yang sudah dikerjakan.
“Anggaran dan aturan itu alat untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang akan memenuhi harapan hajat hidup orang banyak.
contoh, di DLH ternyata anggaran sudah habis, tetapi sampah masih banyak. Tetapi bagaimana inovasi dengan anggaran yang ada, permasalahan sampah selesai,” tuturnya.
Anggaran itu alat untuk kita bekerja dan aturan itu alat supaya kita lurus jangan sampai menyimpang.
“Out put nya apa? Selesainya pertumbuhan, perkembangan, maupun inovasinya,” pungkasnya. (sya)


























