Dinas Pariwisata Sukabumi Hidupkan Kembali GIC, Fokuskan Penanganan Sampah Menjelang Libur Natal dan Tahun Baru

SUKABUMTIMES.COM – Menjelang momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi mulai menggiatkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan. Salah satunya adalah dengan mengoptimalkan kembali fungsi Geopark Information Center (GIC) yang berlokasi dan memperkuat penanganan sampah di kawasan wisata pantai.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengatakan bahwa kebersihan merupakan indikator penting dalam kesuksesan pengelolaan pariwisata, terutama di wilayah pesisir seperti Palabuhanratu, Cisolok, dan Cikakak.

“Parameter utama kesuksesan pariwisata kita itu adalah kebersihan. Penanganan sampah menjadi bagian penting dari pelayanan kepada wisatawan. Oleh karena itu, kami akan melakukan kampanye kebersihan di beberapa wilayah wisata,” ujar Ali, di Palabuhanratu Senin (3/11/2025).

Menurutnya, penanganan sampah tidak bisa dilakukan secara parsial atau sendiri-sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta agar penanganannya lebih maksimal.

Ali mengakui, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi memiliki keterbatasan armada dan petugas kebersihan, terutama saat musim kunjungan wisata meningkat. Karena itu, pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan pihak ketiga melalui dana CSR atau kerja sama sosial untuk menambah armada pengangkut dan petugas kebersihan selama libur akhir tahun.

“Kita sedang membangun penjajakan kerja sama dengan pihak ketiga untuk membantu menyediakan kendaraan angkut sampah dan petugas tambahan. Bisa dari dana CSR, kontribusi perusahaan, atau bentuk kerja sama lainnya,” jelasnya.

Langkah ini, kata Ali, merupakan bentuk kesiapan Pemkab Sukabumi dalam menghadapi lonjakan wisatawan yang biasanya terjadi pada akhir pekan dan selama libur Nataru.

Selain fokus pada kebersihan, Dinas Pariwisata juga mulai menghidupkan kembali peran Geopark Information Center (GIC) yang berlokasi di Palabuhanratu. Tempat ini akan difungsikan kembali sebagai pusat informasi wisata, edukasi, sekaligus titik transit wisatawan yang ingin mengenal potensi kepariwisataan di Sukabumi.

“GIC ini sebenarnya sudah berfungsi dengan baik, tapi ke depan kita ingin mengoptimalkan lagi perannya. Selain sebagai pusat informasi, GIC juga bisa dijadikan lokasi transit wisatawan sekaligus tempat mendapatkan cenderamata khas Sukabumi,” ungkap Ali.

Untuk menumbuhkan rasa memiliki, Ali menambahkan, Dinas Pariwisata juga memindahkan kegiatan apel pegawai dari kantor utama ke GIC. Menurut Ali, langkah simbolis ini penting agar seluruh pegawai memahami bahwa GIC merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab mereka dalam mengembangkan pariwisata daerah.

“Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan, Dinas Pariwisata akan menggelar aksi bersih pantai yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparatur tiga kecamatan (Cikakak, Cisolok, Palabuhanratu), APDESI, PGRI, hingga Dinas Lingkungan Hidup.

“Kegiatan ini bagian dari pengkondisian menuju puncak kunjungan wisata Nataru. Kita ingin memastikan kawasan wisata bersih dan siap menyambut wisatawan,” ujar Ali.

Ali menegaskan, target utama Dinas Pariwisata menjelang akhir tahun adalah mengurangi keluhan wisatawan terkait sampah serta memastikan semua destinasi di pesisir selatan Sukabumi tampil bersih, nyaman, dan aman dikunjungi.

“Kunci kesuksesan penyelenggaraan pariwisata saat Nataru nanti ada pada kebersihan. Kami tidak ingin lagi mendengar keluhan soal tumpukan sampah. Untuk itu, semua pihak harus bergerak bersama,” pungkasnya. (stm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *