SUKABUMITIMES.COM – Wali Kota Ayep Zaki mengakui sampai saat ini indeks pendidikan di Kota Sukabumi baru mencapai 9 tahun lebih sedikit. Sedangkan target itu harusnya 12 tahun.
Hal ini disampaikan oleh Ayep Zaki ketika diwawancarai sukabumitimes.com sesaat setelah membuka kegiatan Pelatihan Klasikal Pengembangan Kompetensi Teknis bagi Jabatan Fungsional Guru di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, di Aula BKPSDM Kota Sukabumi pada Selasa (7/10/2025) pagi.
“Nah, saat ini kita mau meningkatkan indeks pendidikan dari 9 tahun ke 12 tahun. Yang tentu saja sejalan dengan menurunkan angka kemiskinan desile 1, 2, dan 3 hingga mencapai nol persen,” ungkap wali kota ayep Zaki.
Wali kota Ayep Zaki menegaskan, seluruh aparatur, begitu juga tenaga pendidik, jangan hanya terfokus pada capaian data statistik saja, tetapi juga hasil nyata dalam upayanya peningkatan mutu pendidikan.
“Kita tidak boleh terlena dengan angka. Yang lebih penting adalah bagaimana upaya konkret kita berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kota Sukabumi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelatihan ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk memperkuat profesionalisme dan kompetensi guru sebagai ujung tombak kemajuan pendidikan dan proses pengembangan kompetensi harus dilakukan secara objektif, transparan serta bebas dari praktik nepotisme.
“Kita ingin melahirkan bibit-bibit guru terbaik yang mampu membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan,” tegasnya.
Bagiamana supaya target tersebut mampu tercapai? Ayep Zaki menekankan perlu adanya sinergitas antara pemerintah daerah, alokasi anggaran APBD, serta dukungan dari sumber pendanaan non-APBD.
“Pertumbuhan ekonomi juga memegang kunci utama dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.
Masih ditempat sama, Plt. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) kota Sukabumi Taufik Hidayah dalam laporannya menyatakan, bahwa kegiatan yang dilaksanakan saat ini menyasar pada pejabat fungsional yang ada dilingkungan kota Sukabumi.
“Saat ini peningkatan kompetensi menyasar pada pejabat fungsional guru yang diikuti sebanyak 50 orang,” ungkap Plt. Kepala BKPSDM kota Sukabumi.
Dengan tema “Pendekatan model tertentu serta deep learning untuk penguatan literasi siswa”.
“Dalam pelatihan ini ada delapan jam pelajaran, dengan narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni dari Universitas Terbuka dan Universitas Kuala Perjuangan Karawang,” jelas Taufik Hidayah.
Dalam upaya peningkatan kompetensi ini, masih menyisakan tiga angkatan dengan jumlah 75 orang.
“InsyaAllah akan dilaksanakan pada bulan November 2025,” pungkasnya. (sya)
































