SUKABUMITIMES.COM – Sebanyak 40 warga Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, menerima kabar gembira berupa bantuan program Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi yang digelar pada Jumat (18/7/2025) di Aula Kantor Kecamatan Citamiang, dan dihadiri berbagai unsur penting, termasuk unsur kelurahan, kecamatan, dinas teknis, hingga perwakilan provinsi.
Acara sosialisasi ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota dalam menghadirkan solusi konkret atas permasalahan permukiman warga.
Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Citamiang Aris Arisandi, Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas PUTR Kota Sukabumi Rinaldi, Lurah Nanggeleng Mulyono, serta utusan dari Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Barat.
Dalam pernyataannya, Rinaldi menekankan bahwa program Rutilahu merupakan kegiatan strategis yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
“Program ini bukan hanya proyek infrastruktur, tapi juga proyek kemanusiaan yang mengangkat harkat dan martabat masyarakat melalui hunian yang lebih layak,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Dinas PUTR Kota Sukabumi turut memberi masukan teknis dalam pelaksanaan program ini, meskipun pelaksananya berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.
“Kita ingin memastikan bahwa pelaksanaannya berjalan optimal. Oleh karena itu, kami siap memberi advis teknis jika diperlukan,” lanjut Rinaldi.
Tak hanya itu, ia menyoroti pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam menyukseskan program ini. Menurutnya, keberhasilan Rutilahu tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun juga memerlukan partisipasi aktif warga sebagai subjek pembangunan.
Lurah Nanggeleng, Mulyono, menyampaikan bahwa di wilayahnya masih banyak warga yang belum tersentuh program bantuan serupa. “Tahun ini memang baru 40 kepala keluarga yang mendapat bantuan, tapi kami berharap program ini bisa berlanjut secara berkala sehingga makin banyak warga yang terbantu,” ucapnya dengan penuh harap.
Lebih lanjut, Mulyono memaparkan bahwa indikator utama penerima bantuan mencakup kondisi atap rumah yang lapuk, dinding rapuh, serta lantai rumah yang sudah tidak layak untuk ditempati.
“Data ini telah diverifikasi untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” tambahnya.
Meskipun bantuan material senilai Rp20 juta per rumah dianggap cukup membantu, namun Mulyono tidak menampik bahwa masih dibutuhkan partisipasi swadaya dari masyarakat untuk menutupi kebutuhan tambahan, termasuk biaya tenaga kerja.
“Nilai ini kurang lebih sama dengan tahun sebelumnya. Kami dorong agar warga bisa gotong royong agar pembangunan berjalan lancar,” jelasnya.
Pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan juga menjadi perhatian utama. Pihak kelurahan akan berkolaborasi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan tokoh masyarakat untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana, transparan, dan tanpa penyimpangan.
Program Rutilahu ini bukan hanya tentang membangun rumah, tetapi juga membangun optimisme dan masa depan. Melalui hunian yang layak, diharapkan kualitas hidup penerima manfaat dapat meningkat, terutama dalam aspek kesehatan, keamanan, dan kenyamanan.
Warga pun menyambut antusias kehadiran bantuan ini. Banyak di antara mereka telah lama hidup dalam kondisi rumah yang tidak layak, dan kini mulai bisa menata kembali harapan hidup yang lebih baik bersama keluarga.
Pemerintah Kota Sukabumi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program ini di tahun-tahun mendatang.
Dengan semangat kolaborasi, gotong royong, dan kepedulian sosial, rumah yang layak bukan lagi sekadar impian, melainkan kenyataan yang dibangun bersama.(rus).
























