SUKABUMITIMES.COM – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menunjukkan komitmen jangka panjang dalam membangun sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Sukabumi.
Wali Kota Ayep Zaki berpandangan, bahwa UMKM bukan hanya sekadar wacana pembangunan ekonomi rakyat, tetapi sebuah ekosistem yang harus dibangun dari pondasi fiskal yang kuat dan strategi implementatif yang matang.
10 tahun ke depan, UMKM harus mampu menjadi sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi lokal. Namun, ia menegaskan, segala sesuatu dimulai dari pembenahan fiskal.
“Semua akan kita mulai dari fiskal. Setelah itu, kita akan duduk bersama mendiskusikan seluruh program, termasuk UMKM,” tegasnya.
Tidak sekadar gagasan, sang wali kota menyebut dirinya telah memiliki “resep” konkret untuk memperkuat UMKM, bukan hanya ide atau pemikiran semata. Fokus pembangunan UMKM diarahkan melalui sistem inkubator bisnis jangka panjang yang menekankan pembinaan berlandaskan visi dan misi yang satu.
“Tidak boleh ada dua hati dalam satu rongga dada. Semua harus bersatu padu,” ucapnya penuh makna.
Salah satu terobosan penting adalah penggunaan dana waqaf sebagai instrumen pembiayaan UMKM. Hingga saat ini, sebanyak 90 pelaku UMKM telah menerima pinjaman modal dari dana wakaf, termasuk dari wakaf pribadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota.
Model ini dinilai sebagai solusi jangka panjang karena bebas bunga, tanpa potongan, tanpa agunan, dan tanpa birokrasi yang berbelit.
“Tolong dicatat. Dana wakaf ini sudah saya wasiatkan hanya untuk kepentingan umat Kota Sukabumi, bukan untuk golongan ataupun lembaga tertentu,” ungkapnya.
Data terbaru menyebutkan bahwa pada bulan Juni, terdapat penambahan 36 UMKM baru, sehingga totalnya kini mencapai 126 UMKM yang aktif dan dibina.
Komitmen ini diperkuat dalam pelatihan inkubator bisnis yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Sukabumi pada Rabu (9/7/25).
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro, Agus Mulyana, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan memberikan keterampilan serta wawasan teknis mengenai skema dan prosedur inkubator bisnis.
“Pelatihan ini bukan hanya tentang teori, tetapi bagaimana pelaku usaha bisa membuat produk yang layak jual, bahkan bisa ekspor,” kata Agus.
Sekitar 30 pelaku UMKM dari tujuh kecamatan hadir dalam pelatihan ini, dipilih karena memiliki potensi pertumbuhan usaha yang signifikan.
Hadir sebagai narasumber adalah seorang praktisi UMKM sekaligus dosen yang dipercaya oleh Kementerian Perdagangan untuk memfasilitasi ekspor produk lokal. Sosok ini menjadi inspirasi, sekaligus pembimbing dalam pelatihan.
Dengan sinergi antara visi kepemimpinan yang visioner, pembinaan jangka panjang, dan dukungan waqaf produktif, Kota Sukabumi tengah mengukir masa depan UMKM yang kokoh, inklusif, dan berdaya saing tinggi.(rus)































