SUKABUMITIMES.COM – Sektor perikanan dan pariwisata di Kabupaten Sukabumi memiliki keterkaitan yang erat dan saling menguatkan.
Kolaborasi keduanya bahkan diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal, khususnya di kawasan pesisir dan nelayan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pemasaran pada Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Luki Mufti usai menghadiri kegiatan syukuran nelayan ke 59 di Ujunggenteng kecamatan Ciracap beberapa waktu lalu.
Menurut Luki Mufti keterkaitan yang erat dan saling menguatkan pariwisata menekankan bahwa wisata bahari berbasis perikanan kini menjadi salah satu daya tarik unggulan yang terus dikembangkan.
“Perikanan tidak hanya menjadi sektor ekonomi utama masyarakat pesisir, tapi juga dapat diolah menjadi pengalaman wisata yang unik dan edukatif,” ujarnya.
Dijelaskan Luki, beberapa bentuk wisata yang mengangkat unsur perikanan di antaranya adalah wisata memancing (sport fishing). Banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, tertarik menjajal sensasi memancing langsung di laut lepas atau kolam pemancingan alami.
Selain itu, kata Luki lagi wisata kuliner hasil laut juga menjadi magnet tersendiri. Restoran atau warung makan yang menyajikan hasil tangkapan laut segar langsung dari nelayan kian digemari.
“Apalagi jika dikombinasikan dengan pemandangan pantai yang memikat,” ucapnya.
Tidak hanya itu, kata Luki, terdapat juga korelasi antara perikanan dan wisata, yakni pengalaman melaut bersama nelayan atau fishing tour, di mana wisatawan diajak langsung menaiki perahu nelayan, menyusuri laut, dan merasakan sendiri bagaimana mencari ikan secara tradisional.
“Pengalaman ini tidak hanya memberikan hiburan, tapi juga wawasan tentang kehidupan pesisir,” tuturnya.
Masih kata Luki, yang tidak kalah menarik adalah budidaya ikan sebagai objek wisata edukatif, seperti tambak, keramba jaring apung, atau tempat pembenihan ikan (hatchery). Tempat-tempat ini sering dijadikan destinasi wisata edukasi bagi pelajar maupun keluarga.
“Semua aktivitas ini bukan hanya menampilkan kekayaan alam, tapi juga budaya dan kearifan lokal masyarakat pesisir,” tambahnya.
Luki menegaskan, salah satu tradisi yang tetap lestari dan menjadi atraksi budaya tahunan adalah Hari Nelayan Ujunggenteng, yang hingga kini telah diperingati sebanyak 59 kali. Tradisi ini tidak hanya menjadi ajang syukuran bagi masyarakat nelayan, tapi juga menjadi magnet wisata yang menyuguhkan keunikan budaya pesisir Sukabumi.
“Nah potensi seperti inilah yang harus terus digali dan dikemas menarik, karena bisa memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat, sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada dunia luar,” pungkasnya. (stm)

































