SUKABUMITIMES.COM – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2025, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi menggelar aksi nyata peduli lingkungan dengan membersihkan sampah di dua titik strategis yakni aliran Sungai Cipalabuan dan kawasan Alun-alun Laut Gadobangkong.
Kegiatan yang digelar sudah beberapa waktu lalu ini berhasil menyita perhatian publik. Sekitar 300 peserta dari berbagai elemen masyarakat ambil bagian, mulai dari perangkat daerah, instansi pemerintah, komunitas peduli lingkungan, pelajar, hingga perusahaan swasta.
“Aksi diawali dengan apel bersama, sebelum para peserta turun langsung menyusuri area pantai sejauh 250 meter dan aliran sungai sepanjang 350 meter untuk mengumpulkan sampah, terutama plastik yang berserakan,” ujar Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Prasetyo, melalui Kepala Bidang Kemitraan dan Penataan Hukum Lingkungan, Arli Harliana.
Arli menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup bukan hanya seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk menggugah kesadaran kolektif masyarakat.
“Ini adalah ajakan untuk bertindak. Kesadaran menjaga lingkungan harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah,” ujar Arli
Tahun ini, Hari Lingkungan Hidup Sedunia mengusung tema “Hentikan Polusi Plastik.” DLH Sukabumi merespons tema tersebut dengan gerakan bersih-bersih di titik-titik rawan pencemaran, sebagai bentuk kampanye nyata memerangi limbah plastik.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa dampak polusi plastik itu sangat serius. Butuh kesadaran kolektif untuk menghentikannya,” jelas Arli.
Aksi ini juga melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI-Polri, pelajar, komunitas relawan, Tim Patroli Sungai, dan masyarakat sekitar. Sinergi ini membuktikan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang bisa dimulai dari langkah kecil namun berdampak besar.
“Peringatan ini menjadi ajakan bagi semua, pemerintah, pelaku usaha, hingga individu, untuk mengambil tindakan nyata. Masalah lingkungan bukan lagi sekadar isu global, tetapi telah menjadi persoalan nyata di sekitar kita,” imbuhnya.
Dengan semangat gotong royong, kata Arli lagi, DLH Kabupaten Sukabumi berharap kegiatan ini dapat menjadi pemicu perubahan perilaku jangka panjang dalam mengelola dan mencintai lingkungan.
“Kami ingin gerakan ini tak berhenti di momentum peringatan saja, tapi menjadi kebiasaan dan budaya hidup bersih masyarakat Sukabumi,” pungkas Arli. (stm)
































