ICMI Kota Sukabumi Dilantik, Prof. Sutarman: Pengurus Setelah Dilantik jangan ‘Cicing’ dan Bentuk Desa/kelurahan Cendekia 

SUKABUMITIMES.COM – Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Jawa Barat, Prof. Sutarman mengungkapkan, ICMI itu memiliki prinsip tentang keislaman, keindonesiaan, dan kecendekiawanan.

Ketiga prinsip tersebut diungkapkan Prof. Sutarman sesaat setelah melantik Majelis Pengurus Daerah (MPD) ICMI Orda Kota Sukabumi periode 2025 – 2030 yang berlangsung di Gedung Islamic Center pada Rabu (11/6/2025).

“Untuk itu, ICMI kota Sukabumi harus bisa mewujudkan ketiga hal tersebut melalui proses yang inspiratif dan transformatif,” ungkap Prof. Sutarman.

Prof. Sutarman menjabarkan makna ke-Indonesia-an. massa ICMI itu harus langsung beririsan dengan massa ke-Indonesia-an, pembangunan, kesejahteraan sosial.

“Sedangkan keislaman, semangat Islam ini dalam rangka meningkatkan ukuwah diantara umat Islam,” Jabarnya.

Ketua ICMI Orwil Jabar ini melanjutkan, kecendiakawanan ini adalah modal utama dari ICMI sebagai cendekia sehingga kiprahnya di Indonesia itu terasa.

“Nah dari situlah ICMI kota Sukabumi itu berkiprah kepada masyarakat yang Amaliah dan ilmiah,” lanjutnya.

Dengan ketiga hal tersebut, keberadaan ICMI di kota Sukabumi akan terasa adanya, terasa kiprah dan perannya.

“Jangan stelah dibentuk ‘cicing’, tetapi harus langsung beroperasi,” ujarnya.

Selain itu, yang paling penting saat ini adalah membentuk desa/kelurahan cendekia, jadi tolok ukur itu adanya di desa.

“Untuk tahap pertama ini berkiprah satu desa saja dulu, namanya desa cendekia, yaitu desa binaan ICMI,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengatakan, bahwa pelantikan ini bukan hanya momentum seremonial, melainkan tonggak penting bagi kontribusi para cendekiawan Muslim dalam pembangunan Kota Sukabumi.

“keberadaan ICMI sangat strategis dalam membawa semangat keilmuan dan keislaman yang dibutuhkan untuk membangun Sukabumi yang lebih baik, sesuai dengan visi kota yang IMAN dan bercahaya,” kata Bobby Maulana

Bobby juga tidak lupa mengingatkan, filosofi dasar ICMI yang sejak berdiri tahun 1990 mengusung tiga nilai utama, yaitu Kecendekiawanan, Keislaman, dan Keindonesiaan.

“Ketiga nilai ini harus terus dijaga dan diimplementasikan dalam langkah-langkah strategis pengurus baru ICMI Orda Kota Sukabumi,” demikian Bobby mengingatkan para pengurus ICMI Orda Kota Sukabumi.

Ia juga menyoroti pentingnya peran ICMI dalam proses penyusunan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Sukabumi tahun 2025–2030. Bobby menyambut baik berbagai gagasan strategis yang disampaikan Prof. Sutarman, sebagai bentuk sumbangsih pemikiran untuk pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

“Capaian pemerintah kota Sukabumi saat ini antara lain Kota Sukabumi berhasil meraih peringkat ke-6 sebagai kota toleran secara nasional, peringkat ke-3 se-Jawa Barat dalam kategori kota antikorupsi, serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 61 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan masih banyak lagi,” pungkasnya. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *