SUKABUMITIMES.COM – Pemerintah Kota Sukabumi setelah memperhatikan dengan sungguh-sungguh usulan, serta dinamika yang berkembang, tidak ada yang secara eksplisit menyatakan secara penuh untuk memberikan ruang untuk pelaksanaan itu (pasar marema).
Demikian pernyataan yang disampaikan oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi Hasan Asyari kepada sukabumitimes.com ketika diwawancarai di balai kota Sukabumi pada Kamis (27/2/2025).
Pj Sekda Hasan menjelaskan, ini juga tidak lepas dari kondisi sosial, Ketertiban, dan dinamika yang berkembang sebagai dasar untuk kembali meniadakan pasar Marema.
“Dengan mempertimbangkan berbagai aspek, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menyampaikan bahwa pelaksanaan pasar Marema untuk tahun ini (2025) belum bisa dilaksanakan,” jelasnya.
“Kami selalu Pemkot Sukabumi mohon maaf kepada para pihak yang berkepentingan, atas keputusan ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut Pj Sekda Hasan yang didampingi oleh Kadis Kominfo Rahmat Sukandar, meskipun sebenarnya dalam catatan rapat tidak memungkiri adanya ruang untuk pelaksanaan pasar Marema tersebut.
“Hanya saja ada beberapa hal yang memang susah untuk di eksekusi, terutama yang terkait dengan penentuan tarif,” lanjutnya.
Kondisi tempat ini berbeda dengan eks terminal Sudirman, masih kata Hasan memang lahan yang tidak digunakan oleh sirkulasi lalulintas.
“Jelas untuk memutuskan hal ini kami juga melalui perenungan bahkan berkontemplasi pimpinan daerah, pak Wali dan Pak Wakil akhirnya, walaupun dengan berat harapan tadi belum dapat direalisasikan,” ujarnya.
Diakui Hasan, ada beberapa kendala yang menyebabkan belum bisa dilaksanakannya kembali pasar Marema di Kota Sukabumi.
“Pertama secara kultural, kemudian timing atau waktu, dimana untuk melaksanakan pasar Marema inikan perlu persiapan yang panjang dan juga perencanaan yang matang, terutama yang terkait dengan fungsi jalan sebagai lalulintas,” bebernya.
Dirinya menyakinkan, bahwa tidak ada surat rekomendasi kepada siapapun atas tidak digelarnya pasar Marema tahun ini.
“Ini murni harapan dari para pengusaha dan kelompok, yang kemudian kita lakukan pembahasan dan kajian lebih jauh,” pungkasnya





























