SUKABUMITIMES.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten Sukabumi Ade Suryaman membuka Pelatihan Identifikasi, Perlindungan dan Dukungan Korban Regional Pemulihan dan Reintegrasi TPPO yang diselenggarakan oleh Yayasan DarkBali Indonesia di salah satu hotel di Kabupaten Sukabumi selama dua hari, yakni dari hari Selasa hingga Rabu (25-26/02/2025).
Direktur Yayasan DarkBali Putu Darma Asti mengatakan, pelatihan tersebut untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya penanggulangan TPPO.
“Kita tahun bahwa TPPO adalah kejahatan yang bertujuan mengeksploitasi manusia untuk keuntungan ekonomi yang jelas pelanggaran hak asasi manusia yang serius,” kata Putu Darma Asti pada wartawan.
Menurut Putu Darma, pihaknya ingin agar komunitas anti-perdagangan manusia nasional Indonesia memiliki pemahaman yang sama mengenai SOP untuk penanganan korban dan penyintas perdagangan manusia.
Dirinya mengaku sangat gembira,karena pelatihan ini disesuaikan secara khusus untuk Indonesia, termasuk studi kasus dan protokol yang disajikan.
“Program Pelatihan ini telah kami lakukan pertama kali di Bali, NTB dan Indramayu,” tutur Putu Darma Asti.
Sementara itu, dalam sambutanya Sekda Ade mengatakan perdagangan orang adalah bentuk modern dari perbudakan manusia, faktor ekonomi merupakan faktor utama yang dapat menjadi penyebab masyarakat terjebak dalam jerat praktek perdagangan orang, disisi lain kaum perempuan dan anak menjadi kaum yang paling rentan untuk menjadi korban karena mereka sangat lemah dalam mengantisipasi bujuk rayu para pelaku TPPO.
“Dalam menangani korban TPPO tidak dapat diserahkan kepada satu pihak saja, diperlukan kolaborasi, koordinasi dan aksi bersama sebagai sebuah tim sebagaimana amanat Menteri Perempuan dan Perlindungan anak RI no 2 tahun 2024,” terang Sekda Ade pada Selasa (25/2/2025).
Selain memperkuat pencegahan, lanjut Sekda Ade, semua diharuskan bergerak cepat dan sigap dalam penanganan korban TPPO serta harus mempersiapkan berbagai rencana tindakan nyata untuk melakukan penanganan agar korban TPPO bisa segera menerima layanan yang diperlukan.
Sekda kabupaten Sukabumi berharap betapa pentingnya program ini, karena itu dirinya meminta peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh sungguh sehingga mampu meningkatkan koordinasi dan sinergitas antar pemangku kepentingan.
“Sebagai upaya pencegahan dan penanganan TPPO di Kabupaten Sukabumi khususnya,” pungkasnya. (rus)
































