SUKABUMITIMES.COM – Desa Gunung Karamat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, kembali menjadi pusat perhatian dengan gelaran akbar Festival 1.000 Tumpeng untuk keempat kalinya pada Rabu, (19/2/2025).
Tradisi tahunan ini digelar sepuluh hari menjelang Ramadan, menghadirkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang begitu kental di tengah masyarakat.
Lapangan desa berubah menjadi pemandangan luar biasa, dengan seribuan tumpeng berjejer rapi, hasil kerja sama swadaya warga.
Uniknya, festival ini terbuka untuk umum, sehingga siapa saja dapat menikmati sajian khas yang penuh makna ini.
Kepala Desa Gunung Karamat, Subaeta, mengungkapkan rasa bangganya terhadap warganya yang tetap menjaga nilai-nilai tradisi dan semangat gotong royong.
Lebih lanjut, Subaeta menjelaskan bahwa festival ini merupakan bagian dari tradisi lokal “Papajar”, yaitu temu wisata dan makan bersama menjelang Ramadan.
“Tumpeng-tumpeng ini hasil kolaborasi warga dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari pengusaha hingga tokoh lokal. Semua tumpeng disiapkan oleh warga desa, tetapi acara ini terbuka untuk semua orang. Siapa pun boleh hadir dan menikmati sajian ini,” ungkapnya.
Subaeta berharap Festival 1.000 Tumpeng dapat terus menjadi tradisi tahunan yang dilestarikan meski dirinya tidak lagi menjabat. Ia juga menginspirasi masyarakat untuk menjadikannya sebagai kebanggaan lokal yang bisa menarik wisatawan.
“Saya ingin kegiatan ini menjadi contoh bagi daerah lain, seperti yang sudah dilakukan di Kasepuhan Sinar Resmi,” katanya penuh harap.
Sementara itu, ketua Panitia Festival, H. M. Latif, mengaku bangga dengan tingginya antusiasme warga, baik dari Desa Gunung Karamat maupun dari desa-desa tetangga seperti Gunung Tanjung dan Palabuhanratu.
“Antusiasme warga sangat luar biasa. Acara ini berhasil menarik perhatian tidak hanya dari desa kita, tetapi juga dari wilayah sekitar,” ujar Latif.
Meski Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, tidak hadir karena persiapan pelantikan, festival tetap dimeriahkan oleh kehadiran Camat, Danramil, dan tokoh masyarakat. Penampilan spesial dari Kang Ohang asal Jawa Barat turut memeriahkan suasana.
Latif berharap ke depan festival ini dapat menghadirkan artis-artis ternama untuk memberikan hiburan yang lebih meriah.
“Yang terpenting, semoga semangat gotong royong masyarakat tetap terjaga dan terus menjadi kekuatan utama kita,” imbuhnya.
Menurut Latif, Festival 1.000 Tumpeng bukan hanya ajang makan bersama, tetapi juga simbol rasa syukur, kebersamaan, dan persiapan menyambut bulan suci Ramadan. Tradisi ini menunjukkan bahwa nilai-nilai lokal dapat menjadi perekat tali persaudaraan dan penjaga warisan budaya.
“Semoga festival ini terus hidup dan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menjaga kearifan lokal,” tutupnya. (stm)


























