SUKABUMITIMES.COM – Sepeda /Kereta Angin diperkirakan masuk ke Hindia-Belanda pada 1890-an dan dipandang sebagai alat transportasi yang bisa menggantikan kuda. Sepeda saat itu mulai digunakan dalam berbagai aktivitas manusia.
Kendaraan bermotor pertama yang yang masuk ke Hindia-Belanda adalah sepeda motor dua silinder Hildebrand und Wolfmüller dari Jerman, yang dibawa warga Inggris John C Potter pada 1893. Dia merupakan seorang ahli mesin di Pabrik Gula Oemboel, Probolinggo, Jawa Timur.
Mobil pertama di Hindia-Belanda sebuah mobil Benz Victoria Phaeton milik Susuhunan Surakarta, Paku Buwono X (1866-1939) pada 1894.
kereta kuda sebagai alat transportasi diperkirakan sejak abad ke-7 Masehi pada masa Kerajaan Hindu-Buddha, yang tergambar pada relief Lalitavistara di Candi Borobudur dan Ramayana di Candi Prambanan.
Pembukaan trayek jalur kereta api tahun 1862, mulai dari desa Kemijen di Semarang, menuju ke stasiun Tanggung yang berada di daerah Purwodadi. Jalur kereta api Semarang-Vorstenlanden terbagi menjadi empat bagian, pertama, rute Semarang-Kedungjati dibagi dua yaitu Semarang-Tanggung dan Tanggung-Kedungjati dimulai tahun 1864-1867. Kedua, dari Kedungjati-Surakarta, ketiga, dari Surakarta ke Yogyakarta dan terakhir dari Kedungjati ke Ambarawa.
Operasi perdana trem di Hindia Belanda dilakukan pada 6 Desember 1867. Di Surakarta pengadaan trem untuk angkutan terjadi pada sekitar tahun 1889. Trem ini ditarik dengan kuda yang pada setiap pos akan berhenti karena menjadi tempat naik turunnya penumpang. Rute yang dilalui dari Benteng Vastenburg ke arah selatan ke barat menuju Purwosari. Dari Purwosari kereta menuju ke barat dan berakhir di Dusun Gembongan di mana ada pabrik gula.
Bandar Buton di tepi bengawan solo, didatangi kapal-kapal dagang di era Majapahit. Jung Jawa, kapal era Majapahit sekitar abad 13 -16 memiliki sistem kemudi yang relatif unik. mengandalkan dua kemudi berbentuk dayung yang digerakkan oleh tenaga manusia. Belum pakai roda kemudi. Menggunakan kemudi ganda seperti dayung yang letaknya di lambung kanan dan kiri kapal.
Kapal Batavia adalah kapal dagang milik VOC yang dibangun di Amsterdam pada tahun 1628. Kapal ini merupakan kapal utama dari salah satu dari tiga armada tahunan yang dikirim oleh VOC ke Batavia, ibu kota Hindia Timur Belanda di masa itu.
Pada tanggal 18 Maret 1911, Küller melakukan uji coba beberapa kali di darat sebelum akhirnya terbang mengangkasa di atas Surabaya. Hari itu dikenang sebagai penerbangan pertama pesawat terbang di Hindia Belanda. Tiga kali Küller membawa Antoinette VII terbang berputar-putar. Demo terbang di Solo pada bulan Agustus sampai September 1911. (*)

























