Dua Siswa SMP IT Hatoy Mengemban Tugas Metamorfosa ke-10: Upaya Pengembangan dan Kepercayaan Diri

SUKABUMITIMES.COM – Thalita Azzara Putri kelas 8e dan Kasian Faiq Al Hazmi menjadi siswa terpilih untuk melaksanakan tugas metamorfosa ke-10 di bulan suci Ramadan 1446 H.

Dari sekian banyak siswa hanya ada 30 siswa-siswi yang terpilih untuk melaksanakan tugas metamorfosa dari pihak sekolah.

Kepala SMP IT Hayatan Thayyibah (Hatoy) Sutrisno saat ditemui di ruang kerjanya pada Jumat (21/03/25) menjelaskan, bahwa program metamorfosa merupakan inisiasi dari hasil musyawarah refleksi bersama guru, dari hasil musyawarah tercetuslah nama metamorfosa.

“Artinya perubahan ke arah yang lebih baik seperti konsep kupu-kupu, artinya sebelum menjadi kupu-kupu awalnya menjadi ulat yang di hinakan, tetapi akhirnya menjadi kupu-kupu yang indah dan di senangi,” jelas Sutrisno pada sukabumitimes.com pada Jumat (21/3/2025).

Sutrisno mengungkapkan, dalam Metamorfosa ini memiliki beberapa program seperti pesantren Ramadan, bakti sosial serta berbagi kepada masyarakat tidak mampu dan berbagai ilmu seperti para siswa ini di tugaskan untuk melaksanakan kegiatan berbagi ilmu kepada masyarakat dan sekolah-sekolah TPQ dan Sekolah Dasar.

“Untuk Ikhwan ditugaskan mengisi kultum di area mesjid setalah taraweh, dan untuk akhwat mendapat tugas menyampaikan bidang keagamaan di TPQ dan Sekolah Dasar, ketika mereka di usia dini sudah belajar seperti ini maka ke depan mereka akan mempunyai pengalaman tersendiri dari berbagai hal,”;urainya.

Menurutnya, Metamorfosa merupakan program yang sangat luar biasa, karena di dalamnya memiliki tuntutan ke arah yang lebih baik, selain program di atas metamorfosa memilik edukasi tentang Zakat Fitrah.

“Ada satu hal yang paling mengesankan yaitu belajar tentang penetapan awal Ramadan dengan menggandeng PHRD Dari Kota Sukabumi. Dan yang berikutnya tentang penetapan arah kiblat pihaknya mendatangkan ahlinya. terakhir tentang pendalaman agama Islam, tentunya pihak sekolah menggandeng pengawas PAI dari Dinas Pendidikan termasuk tentang kedisiplinan yang di datangkan dari polresta Sukabumi,” tandas Kepala SMP IT Hatoy.

Bagi siswa yang memiliki prestasi spektakuler pihak sekolah akan memberikan reward dengan memberikan tabungan haji.

“Kegiatan ini akan menjadi nilai plus bagi mereka khususnya di mata pelajaran agama Islam,” tambahnya.

Sutrisno berharap semua siswa dapat mengikuti metamorfosa sehingga kedepannya mereka sudah terbiasa dan mampu mengembangkan apa yang sudah di laksanakan hari ini. Namun kita tidak boleh berpuas diri tetapi harus lebih mengembangkan potensi yang ada.

Sementara itu, Siswi kelas 8e SMP IT Hatoy Thalita Azzahra mengatakan dirinya merasa bangga dan senang ketika di suruh melaksanakan tugas metamorfosa ke 10 di bulan ramadhan tahun ini.

“Ada tiga hal yang perlu digarisbawahi tentang manfaat, yakni, pertama materi tentang taraweh dalam empat Mazhab, penentuan awal bulan Ramdhan, dan edukasi Zakat,” jelasnya.

Selain itu, Thalita ditugaskan untuk melaksanakan Bakti sosial kepada panti asuhan, kepada masyarakat di sekitar sekolah, dan melaksanakan takjil gratis.

Senada apa yang diungkapkan oleh Thalita, Kasian Faiq Al Hazmi menyampaikan bahwa dirinya ditugaskan untuk membantu kegiatan sanlat sekaligus selaku pelaksana dan sebagai panitia pembagian zakat, di samping tugas itu juga kasian juga melaksanakan tugas selaku penceramah di acara kultum di berbagai mesjid.

Justru dengan adanya tugas tersebut, dirinya merasa senang karena ini suatu keinginan sendiri yang memotivasi dirinya sejak awal masuk menjadi ketua OSIS

“Saya sangat menginginkan dirinya menginginkan hal ini,” tekadnya.

“Justru ini sebagai wahana pengembangan dan melatih kepercayaan diri,” pungkasnya. (rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *