SMP IT Hatoy Kota Sukabumi Luncurkan Program Eco Break, Dorong Kepedulian Siswa terhadap Pengelolaan Sampah

SUKABUMITIMES.com — Kepedulian terhadap persoalan sampah di lingkungan perkotaan terus didorong melalui berbagai inisiatif pendidikan. Salah satunya dilakukan oleh SMP IT Hayathan Toyyibah (Hatoy) Kota Sukabumi yang meluncurkan program Eco Break sebagai bagian dari upaya menanamkan kesadaran lingkungan kepada para siswa.

Peluncuran program tersebut dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional sekaligus memperingati Hari Air Sedunia, Kamis (12/03/2026), di lingkungan sekolah.

Kepala SMP IT Hatoy Sutrisno menjelaskan bahwa program Eco Break sebenarnya telah lama diinisiasi oleh pihak sekolah. Namun, implementasinya sempat tertunda karena berbagai kendala teknis sehingga baru dapat direalisasikan pada tahun ini.

Menurut dia, program tersebut bertujuan mendorong siswa agar lebih peduli terhadap persoalan sampah, khususnya sampah plastik seperti botol minuman sekali pakai.

“Program Eco Break ini merupakan bentuk edukasi lingkungan kepada siswa agar memiliki kesadaran dalam mengelola sampah. Kami mengajak siswa untuk mengumpulkan botol plastik yang kemudian dimanfaatkan menjadi eco break,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hasil pengumpulan eco break sementara akan dimanfaatkan sebagai elemen dekoratif di lingkungan sekolah. Salah satunya dengan membentuk instalasi tulisan nama sekolah sebagai simbol komitmen terhadap gerakan peduli lingkungan.

Sutrisno menuturkan, untuk membentuk instalasi tersebut pihak sekolah menargetkan sekitar 2.000 botol eco break. Hingga saat ini, jumlah yang telah terkumpul baru mencapai sekitar 1.200 botol sehingga masih diperlukan sekitar 800 botol tambahan.

“Kami berharap target tersebut dapat terpenuhi pada April mendatang sehingga instalasi eco break dapat segera direalisasikan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pada tahap awal program Eco Break belum diarahkan pada aspek finansial. Pemanfaatan eco break masih difokuskan sebagai sarana edukasi serta penghias lingkungan sekolah.

Meski demikian, pihak sekolah telah menjalin kerja sama dengan bank sampah setempat. Sampah yang telah dipilah nantinya akan diambil oleh pengelola bank sampah dan hasil pengelolaannya akan dikelola oleh para siswa, khususnya pengurus OSIS.

Sutrisno juga menyampaikan bahwa sekolah terus berupaya meningkatkan capaian program lingkungan hidup. Saat ini, SMP IT Hatoy telah meraih predikat sekolah Adiwiyata tingkat kota dan menargetkan peningkatan ke jenjang nasional bahkan internasional.

Kunjungan Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, ke sekolah tersebut juga dinilai memberikan motivasi tambahan bagi civitas akademika dalam mewujudkan target tersebut.

“Kedatangan Wakil Wali Kota menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas program lingkungan di sekolah, termasuk mewujudkan predikat Adiwiyata tingkat nasional,” ujarnya.

Ia berharap melalui program Eco Break, para siswa dapat membangun kebiasaan positif dalam pengelolaan sampah sejak dini. Kesadaran untuk memilah dan membuang sampah pada tempatnya dinilai penting agar permasalahan sampah tidak semakin menumpuk di lingkungan sekitar.

“Harapannya, siswa memiliki kepedulian terhadap sampah dan mampu menempatkannya pada tempat yang benar sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan,” pungkasnya. (rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *