Mengenal Marwa Sagita Wisudawan Terbaik PT CBI dengan IPK 3,90

Marwa Sagita, Lulusan terbaik dengan IPK 3,90 yang berhasil menyabet 10 penghargaan ini, selain mahasiswa yang cerdas, dia juga mampu menunjukkan potensi diri di luar akademik. Manajemen Waktu menjadi kunci kesuksesannya. Bagaimana kisah selengkapnya?

SUKABUMITIMES.COM – Perguruan Tinggi Citra Buana Indonesia (PT CBI) Sukabumi telah mengelar Sidang Terbuka Senat dalam rangka Wisuda Ahli Madya Komputer dan Pariwisata Angkatan 32 tahun 2024 yang dilaksanakan di Hotel Pangrango Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (21/12/2024).

Sebanyak 229 mahasiswa AMIK dan AKPAR CBI Sukabumi mengikuti wisuda Ahli Madya angkatan XXXII ini dari Jurusan Manajemen Informatika sebanyak 147 mahasiswa, Komputerisasi Akutansi 67 dan Perhotelan sebanyak 16 mahasiswa, dengan mengambil tema “Mewujudkan Generasi Unggul, Inovatif, Kreatif, dan Kompetitif Rahmatan Lil Alamin Menuju Indonesia Emas 2025”.

Di antara 229 mahasiswa AMIK dan AKPAR CBI yang diwisuda, ada satu mahasiswi yang ternyata memperoleh hasil yang luar biasa, yakni IPK 3,90, dia adalah Marwa Sagita mahasiswa diploma 3 AMIK CBI Sukabumi prodi Komputerisasi Akutansi.

Mahasiswa yang gemar berorganisasi ini tidak lupa bersyukur atas capaian menjadi wisudawan terbaik, apalagi dengan pencapaian nilai hampir sempurna.

“Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur kepada Allah SWT atas pencapaian ini,” kata Marwa Sagita yang menyukai tantangan dan suka bersosialisasi ini.

Marwa mengaku, apa yang diperolehnya saat ini bukan hanya hasil usaha saya seorang diri, tetapi juga atas dukungan luar biasa dari keluarga, para dosen, teman-teman.

“Bahkan bantuan dari semua pihak yang telah memberi semangat serta kesempatan kepada saya untuk berkembang,” ujarnya.

Tidak lupa, ia mengucapkan terimakasih kepada semua yang sudah membimbing dan mengarahkan sehingga dapat memperoleh hasil yang membanggakan.

“Saya ucapkan terimakasih kepada Ketua Yayasan Buana Pratama Sukabumi bapak Ipang, Ketua Badan Pengurus Harian CBI bapak Rafdi, bapak H. Deny Ariestiandy, Direktur AMIK CBI Sukabumi bapak Wawang Adi Darma, Wakil Direktur I Bidang Akademik bapak Zain Lizsa, Kaprodi Ibu Tia Ernawati, dan Ibu Dosen Konseling Ibu Sri Nurhayati,” ucapnya.

Gadis yang telah memperoleh kurang lebih 10 penghargaan selama kuliah di AMIK CBI Sukabumi ini memang menyukai tantangan dan suka mencoba sesuatu hal yang baru.

“Saya mulai semester dua sudah aktif berorganisasi, baik di internal maupun eksternal kampus,” akunya.

Ini terbukti dengan beberapa kepengurusan sudah pernah diembannya. Yakni di tahun 2022 pernah menjadi Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Asal Sukabumi (PB HIMASI), 2023 menjadi Presiden Mahasiswa/Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa, dan di tahun 2024 menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Perwakilan Mahasiswa.

“Alhamdulillah saya pun berhasil lolos sebagai satu-satunya mahasiswa yang mewakili kampus untuk angkatan 32 dalam Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Kemendikbudristek,” bangganya.

Taklukkan Tantangan dan Rintangan

Selama mengenyam pendidikan di CBI tidak lah semua mulus, Marwa Sagita merasakan di dunia perkuliahan dan pembelajaran penuh dengan berbagai rintangan. Namun, baginya justru dengan semua itu telah banyak hal yang didapatkan.

“Selama kurang lebih tiga tahun mengeyam pendidikan di sini, sudah banyak hal yang saya dapat mulai dari pengetahuan, keterampilan, hardskills, softskills dan pengalaman berorganisasi di lingkungan kampus yang baik,” tandasnya.

Salah satu yang hal yang dianggap rintangan yang tidak terlupakan anak nomor satu dari dua bersaudara ini adalah saat dirinya mengikuti program MBKM dengan disuguhkan berupa tugas yang menumpuk, ujian yang sulit dan materi yang tidak mudah dipahami.

“Nah disinilah saya harus berjuang lebih keras untuk memahami konsep-konsep yang rumit demi mendapatkan nilai akhir yang memuaskan di final project,” ucapnya.

“Bagi saya pada saat itu, tekanan untuk meng’goals kan project pertama saya itu menjadi beban yang tidak ringan,” ucap Marwa menambahkan.

Namun, di balik rintangan tersebut, ada banyak pembelajaran berharga yang dapat diambilnya. Mulai dari proses mengatasi kesulitan yang mengajarkan pentingnya ketekunan, pengelolaan waktu, dan kemampuan untuk tetap positif meskipun menghadapi hambatan.

“Selain itu, pengalaman tersebut juga mengasah keterampilan non-akademis seperti kepemimpinan, kerjasama tim, dan keterampilan komunikasi yang sangat berharga yang saya dapat di dunia profesional,” bebernya

Manajemen Waktu Kunci Keberhasilan

Keberhasilan dalam dunia akademik dan non-akademik ini tidak datang begitu saja, perlu kerja keras dan strategi yang matang terutama antara disiplin, strategi dan manajemen waktu.

“Semua saya lakukan dengan terlebih dahulu menetapkan tujuan yang jelas dan menyusun jadwal belajar yang konsisten. Kemudian, Pahami setiap materi dengan mendalam, bukan hanya menghafal dan saya selalu pastikan untuk aktif bertanya saat ada yang kurang dipahami,” urainya.

Ia juga pandai dalam manfaatkan waktu dengan baik, memulai tugas lebih awal dan melatih diri dengan soal-soal latihan menjelang ujian. Selain itu, saya juga menjaga kesehatan fisik dan mental, karena keduanya turut mempengaruhi konsentrasi dan performa akademik saya.

“Dengan fokus, kerja keras dan strategi yang tepat, meraih prestasi tinggi tentunya menjadi lebih terjangkau,” yakin Marwa Sagita.

Gadis cantik asal Kota Sukabumi ini meyakini bahwa keberhasilan di dunia pendidikan bukan hanya tentang nilai atau gelar, tetapi tentang bagaimana kita bisa memberi dampak positif, berkolaborasi dan terus berinovasi meskipun menghadapi berbagai rintangan.

“Ke depan, saya berharap bisa terus berkontribusi kepada masyarakat dengan menjaga nama baik almamater dan dapat menerapkan ilmu yang telah saya dapatkan untuk membawa perubahan positif serta memberikan inspirasi kepada generasi berikutnya untuk terus maju dan tidak pernah berhenti belajar,” harapnya.

Pencapain ini sudah pasti akan membawa keluarga merasa bangga, demikian juga dengan ibunya, Nanin Suharyati mengaku sangat bangga atas capaian anak pertamanya itu.

“Sangat bangga dan bersyukur atas pencapaian anak kami. Meskipun perjalanan akademisnya penuh tantangan, dengan kerja keras dan tekad yang kuat, dia berhasil meraih hasil luar biasa,” bangganya.

Selama Marwa belajar, tidak bosan selaku orang tuanya mengingatkan jangan hanya fokus belajar saja.

“Saya selalu mengingatkan, agar dia tidak hanya fokus pada nilai saja, tetapi juga pada proses belajar yang membentuk karakter,” urainya.

Sebagai orang tua, dirinya tidak henti-hentinya mendoakan yang terbaik bagi Marwa dan juga adiknya.

“Semoga pencapaian ini dapat menjadi motivasi baginya untuk terus berkembang dan tentunya dapat memberikan dampak positif bagi orang banyak di masa depan,” doanya. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *