SUKABUMITIMES.com – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengungkapkan bahwa pembangunan Kantor Kecamatan Gunungpuyuh akhirnya resmi dimulai setelah penantian panjang selama empat tahun terakhir.
Pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan langsung oleh dirinya bersama Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana di lokasi proyek pada Kamis (25/6/2026).
“Alhamdulillah yang kita tunggu-tunggu setelah empat tahun lamanya, Kantor Kecamatan Gunungpuyuh hari ini sudah dilakukan peletakan batu pertama. Artinya pembangunan sudah dimulai dengan nilai anggaran Rp5,4 miliar,” ujar Ayep Zaki.
Pembangunan kantor kecamatan tersebut menggunakan anggaran lebih dari Rp5,4 miliar yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sukabumi. Gedung baru itu direncanakan berdiri dua lantai dengan total 41 ruangan dan ditargetkan selesai dalam waktu 174 hari kalender.
Menurut Ayep, pembangunan kantor kecamatan menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Sukabumi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus menghadirkan fasilitas pemerintahan yang lebih representatif bagi masyarakat.
“Ini sumber dana dari Pendapatan Asli Daerah, pajak dari masyarakat Kota Sukabumi. Ini adalah bukti komitmen pemerintah daerah untuk terus membangun Kota Sukabumi. Saya ingin masyarakat mengetahui bahwa uang pajak benar-benar kembali untuk masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, pembangunan tersebut tidak hanya menghadirkan gedung baru, tetapi juga menjadi simbol bahwa kontribusi masyarakat melalui pajak benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan publik.
“Karena pembangunan seperti ini berasal dari pajak masyarakat, maka kami ingin menunjukkan bahwa setiap rupiah yang dibayarkan warga dapat dirasakan manfaatnya secara langsung,” ungkapnya.
Ayep menjelaskan, pembangunan Kantor Kecamatan Gunungpuyuh merupakan bagian dari rangkaian proyek infrastruktur yang sedang dijalankan Pemerintah Kota Sukabumi pada pertengahan tahun 2026.
Ia menyebutkan, selain pembangunan kantor kecamatan, pemerintah telah menyelesaikan pembangunan Jalan Gudang yang kini sudah kembali dimanfaatkan masyarakat. Sementara itu, revitalisasi pedestrian di kawasan depan Setukpa Polri masih terus berjalan.
“Insha Allah pada bulan Juni dan Juli ini ada empat titik pembangunan. Pertama Jalan Gudang yang sudah selesai dibangun, kedua pedestrian yang sedang dalam proses pengerjaan, ketiga pembangunan Gedung Kecamatan Gunungpuyuh, dan keempat perbaikan Jalan Perumahan Prana yang rencananya akan dilakukan peletakan batu pertama pada awal Juli,” jelasnya.
Meski kondisi fiskal daerah masih terbatas, Ayep memastikan pemerintah tidak akan menghentikan pembangunan yang menjadi kebutuhan masyarakat. Berbagai program prioritas tetap diupayakan berjalan agar pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi daerah terus meningkat.
“Pembangunan harus terus berjalan. Infrastruktur yang baik akan menunjang pelayanan publik, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, dan mempercepat kemajuan Kota Sukabumi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ayep mengatakan Pemerintah Kota Sukabumi saat ini juga menunggu realisasi Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Tambahan anggaran tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas fiskal daerah sehingga sejumlah program pembangunan lainnya dapat segera direalisasikan.
“Selanjutnya kita menunggu TKD dari pusat. Apabila sudah masuk pada anggaran perubahan, nanti kita akan membangun kembali berbagai program yang sudah disiapkan,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, Ayep mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Menurutnya, pajak merupakan salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan daerah yang manfaatnya akan kembali dirasakan oleh masyarakat.
“Saya minta kepada seluruh masyarakat Kota Sukabumi agar betul-betul sadar terhadap pajak. Karena uang pajak itu benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (sya)


























