Perumda AM TBW Kota Sukabumi Lakukan Penyegelan Meteran Air di Cisaat, Tekankan Kemandirian Finansial

SUKABUMITIMES.com – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Tirta Bumi Wibawa (TBW) Kota Sukabumi mengambil langkah tegas terhadap pelanggan yang menunggak pembayaran tagihan.

Tindakan berupa penyegelan meteran air ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan pelanggan sekaligus menjaga kesehatan finansial perusahaan plat merah tersebut.

Kegiatan penyegelan kali ini difokuskan di wilayah Pelayanan Cabang Sukabumi 3, tepatnya di Kecamatan Cisaat.

Langkah ini diambil setelah serangkaian prosedur persuasif dan pemberian surat peringatan telah dilakukan namun tidak mendapatkan respon positif dari pelanggan terkait.

Direktur Utama Perumda AM TBW Kota Sukabumi, Dian Afriandi, menegaskan bahwa tindakan lapangan ini merupakan bagian dari edukasi dan penegakan aturan.

“Kegiatan penyegelan ini kami lakukan untuk memberikan efek jera kepada pelanggan yang menunggak atau sengaja tidak membayar tagihan PDAM. Kami ingin menyampaikan pesan bahwa layanan air bersih ini merupakan sebuah tanggung jawab bersama yang harus dipenuhi kewajibannya agar operasional tetap berjalan lancar,” ujar Dian Afriandi saat diwawancarai sukabumitimes.com pada Sabtu (14/2/2026).

Menurut Dian, penunggakan pembayaran yang dilakukan oleh pelanggan berdampak langsung pada arus kas perusahaan. Oleh karena itu, langkah tegas ini menjadi salah satu strategi utama untuk memperkuat struktur keuangan Perumda AM TBW.

“Fokus utama kami adalah meningkatkan penerimaan perusahaan. Ini merupakan langkah krusial menuju arah kemandirian finansial. Dengan penerimaan yang optimal, kita bisa membiayai pemeliharaan infrastruktur dan peningkatan pelayanan tanpa bergantung sepenuhnya pada pihak luar,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa target akhir dari gerakan disiplin bayar ini adalah menciptakan perusahaan yang sehat dan akuntabel.

“Tujuannya jelas, yakni menuju perusahaan yang sehat dan meningkatkan kepatuhan pelanggan untuk membayar tepat waktu. Jika perusahaan sehat, maka inovasi pelayanan dan distribusi air ke masyarakat akan semakin baik,” kata Dian dengan optimis.

Selain menyoroti masalah penunggakan, Dian Afriandi juga memanfaatkan momentum ini untuk mengajak masyarakat agar lebih proaktif dalam menjaga fasilitas distribusi air milik Perumda. Salah satu masalah klasik yang sering menghambat distribusi adalah kebocoran pipa yang tidak terdeteksi.

“Kami sangat menghimbau kepada seluruh pelanggan Perumda TBW Kota Sukabumi untuk segera melaporkan jika melihat atau mengetahui adanya kebocoran pipa di wilayahnya masing-masing. Peran serta masyarakat sangat kami butuhkan untuk menekan angka kehilangan air,” jelasnya.

Bagi masyarakat yang menemukan kendala teknis atau kebocoran, Perumda AM TBW telah menyediakan saluran pengaduan yang mudah diakses.

“Masyarakat bisa datang langsung ke kantor pusat kami di Jalan Bhayangkara Kota Sukabumi, atau bisa juga mendatangi kantor cabang terdekat di wilayah masing-masing. Insya Allah, setelah laporan masuk, tim teknis kami akan segera menindaklanjutinya ke lapangan secepat mungkin,” pungkas Dian.

Dengan adanya tindakan penyegelan dan himbauan proaktif ini, diharapkan kualitas layanan air minum di Kota Sukabumi, khususnya di wilayah Cisaat dan sekitarnya, dapat semakin stabil dan profesional. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *