SUKABUMITIMES.COM – Ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Sukabumi Rachmat Hidayat menegaskan bahwa kondisi kepemudaan di Kota Sukabumi tetap kondusif ditengah beredarnya rumor mengenai rencana pembentukan caretaker oleh pihak yang mengatasnamakan KNPI.
Hal ini ditegaskan Rachmat Hidayat kepada sukabumitimes.com melalui aplikasi perpesanan WhatsApp pada Jumat (12/12/2025) malam.
“Saya minta seluruh Organisasi Kepemudaan (OKP) di kota Sukabumi untuk tidak terpancing dan tetap mengedepankan sikap dewasa dalam menyikapi dinamika tersebut,” pintanya.
Rachmat menilai, isu caretaker tidak memiliki dasar jelas dan tidak layak ditanggapi secara berlebihan.
“Kami mengajak seluruh OKP untuk tidak merespons isu pembentukan caretaker. Informasi itu tidak memiliki legitimasi dan berpotensi menciptakan kegaduhan,” ujarnya.
Rachmat menuturkan bahwa DPD KNPI Kota Sukabumi saat ini tengah mematangkan beberapa agenda penting menjelang akhir masa jabatan, antara lain rapat pleno verifikasi OKP, Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda), serta Musyawarah Daerah (Musda).
Menurutnya, seluruh tahapan tersebut dijalankan sesuai mekanisme organisasi. Karena itu, ia meminta seluruh OKP menunggu arahan resmi dari DPD KNPI Kota Sukabumi dan tidak terpengaruh oleh isu liar.
“Setiap langkah kami berlandaskan aturan organisasi. Kami berharap seluruh OKP menjaga situasi tetap tertib dan menunggu informasi resmi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rachmat meminta setiap OKP segera melengkapi administrasi organisasi sebagai syarat keberhimpunan di KNPI.
Verifikasi dokumen dinilainya menjadi bagian penting untuk memastikan validitas data dan kesiapan OKP mengikuti tahapan organisasi.
“Seluruh agenda internal ditargetkan rampung hingga April 2026. Kami berharap OKP dapat memenuhi seluruh persyaratan agar proses verifikasi berjalan lancar,” katanya.
Rachmat turut mengingatkan bahwa Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPD KNPI Kota Sukabumi yang dipimpin Nurul Jaman Hadi (Aun) akan berakhir pada Juni 2026. Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas organisasi dan menghindari potensi konflik menjelang masa transisi kepemimpinan.
“Menjaga kondusifitas pemuda jauh lebih utama dibandingkan kepentingan kelompok tertentu. Kami mengajak seluruh elemen pemuda tetap bersatu, solid, dan berfokus pada agenda pembangunan kepemudaan di Kota Sukabumi,” ujarnya.
Melalui imbauannya ini, Rachmat berharap seluruh dinamika internal KNPI dapat berjalan sehat, konstruktif, dan tidak menimbulkan perpecahan.
Ia menegaskan bahwa Musda mendatang harus berlangsung dalam suasana tertib, sesuai koridor organisasi, dan menjunjung tinggi etika kepemudaan.
“Kami ingin seluruh proses berjalan baik, tertib, dan bermartabat. Itu prinsip yang selalu kami pegang,” tutupnya. (rus)


























