SUKABUMITIMES.COM – Berbagai kreasi dan inovasi siswa SMP IT Hayatan Thoyibah Kota Sukabumi menjadi sorotan utama dalam puncak acara Gebyar Bulan Bahasa ke-3 yang digelar di lapangan sekolah pada Selasa (28/10/2025). Mengusung tema “Menggali Kreativitas, Merajut Persaudaraan Melalui Beragam Bahasa,” kegiatan ini sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal yang sama.
Acara berlangsung meriah dengan dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Kepala Sekolah SMP IT Hatoy Sutrisno, para guru, orang tua siswa, perwakilan Forkopimcam, serta ratusan siswa yang turut menampilkan karya dan penampilan terbaik mereka.
Menurut Kepala Sekolah Sutrisno, kegiatan Gebyar Bulan Bahasa 3, tahun ini menjadi momentum penting untuk menanamkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air kepada para peserta didik.
“Kita ingin memberikan semangat kepada anak-anak bahwa Indonesia adalah negara yang beragam. Dari suku, bahasa, hingga budaya, semua harus saling menghargai dan menghormati,” ujarnya.
Sutrisno menuturkan, rangkaian Gebyar Bulan Bahasa 3 telah dimulai sejak awal Oktober, usai pelaksanaan Ujian Tengah Semester. Kegiatan diisi dengan berbagai perlombaan internal seperti lomba puisi, sajak, pidato Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, hingga Bahasa Arab. Selanjutnya, pada pertengahan Oktober, perlombaan diperluas ke tingkat eksternal untuk siswa madrasah ibtidaiyah (MI) se-Kota dan Kabupaten Sukabumi.
“Alhamdulillah, ada 164 sekolah tingkat dasar yang ikut berpartisipasi dan memeriahkan Gebyar Bulan Bahasa ke-3 ini. Antusiasme peserta sangat luar biasa, menunjukkan bahwa semangat literasi dan bahasa masih hidup di kalangan pelajar,” tambah Sutrisno.
Dalam kesempatan tersebut, para siswa SMP IT Hatoy menampilkan beragam karya kreatif mulai dari master of ceremony (MC), fashion show, hingga pementasan seni. Semua kegiatan itu, menurut Sutrisno, merupakan hasil kerja keras dan kreativitas murni dari para siswa tanpa bantuan profesional luar.
“Saya sebagai kepala sekolah merasa bangga. Anak-anak menunjukkan bahwa mereka punya potensi besar jika diberi ruang dan kepercayaan. Inilah tujuan dari tema kami: menggali kreativitas dan merajut persaudaraan,” tuturnya penuh semangat.
Sutrisno juga menyampaikan pesan moral kepada seluruh siswa agar selalu berpikir positif dan tidak merendahkan orang lain.
Ia menegaskan pentingnya nilai kebersamaan di tengah perbedaan agar tercipta lingkungan sekolah yang nyaman, kondusif, dan berprestasi.
“Keberagaman harus menjadi kekuatan, bukan perpecahan,” katanya.
Selain apresiasi kepada siswa, Sutrisno juga mengucapkan terima kasih kepada para orang tua Siswa yang telah memberikan dukungan penuh terhadap seluruh kegiatan sekolah.
“Kegiatan sebesar ini tidak akan berhasil tanpa kolaborasi antara pihak sekolah dan orang tua. Dukungan mereka luar biasa,” ungkapnya.
Menutup acara, Sutrisno mengajak seluruh pihak untuk terus bekerja sama dalam mengembangkan potensi anak-anak.
“Kami berharap para orang tua terus mendorong dan mendampingi anak-anak agar potensi mereka tumbuh dan berkembang. Dengan semangat Sumpah Pemuda, mari kita jadikan pendidikan sebagai sarana memperkuat persaudaraan dan memperkokoh NKRI,” pungkasnya. (rus)


























