SUKABUMITIMES.COM – Camat Parungkuda, Kabupaten Sukabumi Kurnia Lismana mengungkapkan, adanya modus penipuan berkedok pendataan Program Keluarga Harapan (PKH) di wilayahnya.
Hal tersebut terungkap setelah ada warga yang mengaku kana tipu para pelaku.
Dia mengatakan, sejumlah orang tak dikenal mendatangi rumah-rumah warga, mengaku sebagai petugas dari kecamatan, desa, atau pendamping PKH, dan menawarkan bantuan asalkan membayar biaya administrasi.
“Kami menerima laporan dari warga, pelaku meminta uang setelah mencatat data calon penerima bantuan. Ini jelas penipuan,” ujarnya, Senin (23/6/2025).
Salah satu korban di Desa Parungkuda diketahui telah menyerahkan uang Rp200.000. Sementara di Desa Kompa, warga nyaris tertipu namun batal karena tidak memiliki uang. Modus serupa juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Bojonggenteng.
Dia menambahkan, pola penipuan ini terstruktur dan diduga dilakukan oleh sindikat. Ia menekankan bahwa pendataan resmi bansos dilakukan melalui mekanisme musyawarah desa dan bersifat gratis.
Pihak kecamatan telah menyebarkan imbauan melalui media sosial dan meminta para kepala desa untuk menyampaikan peringatan hingga tingkat RT.
“Jika ada kejadian serupa, segera laporkan berjenjang ke RT, desa, hingga aparat kepolisian,” tegasnya.
Ia mengingatkan, warga tidak mudah percaya pada oknum yang mengaku petugas.
“Tanyakan identitas, dan konfirmasi ke perangkat desa atau kecamatan. Jangan mudah tertipu, karena pendataan resmi itu sistematis dan tidak dipungut biaya,” pungkasnya. (uml)



























