SUKABUMITIMES.com – Inovasi Promosi Pariwisata (PROSA) Pemerintah Kota Sukabumi berhasil menembus Top 30 Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) 2026. Inovasi yang digagas Plt. Kepala Seksi Promosi dan Pengembangan Pariwisata, Ce Mulya Rizki Anugrah, tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk memperluas promosi destinasi wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ce Mulya Rizki Anugrah mengungkapkan, keberhasilan PROSA masuk dalam 30 besar inovasi se-Jawa Barat merupakan capaian yang patut disyukuri. Menurutnya, inovasi ini berfokus pada pengembangan promosi pariwisata agar potensi Kota Sukabumi semakin dikenal masyarakat luas.
Hal tersebut diungkapkan Ce Mulya ketika diwawancarai sukabumitimes.com di Kota Sukabumi pada Rabu (28/10/2026).
“Alhamdulillah, inovasi PROSA atau Promosi Pariwisata dari Pemerintah Kota Sukabumi berhasil masuk dalam Top 30 Inovasi Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) Tahun 2026,” ungkap Ce Mulya yang juga menjadi inisiator Inovasi PROSA dari Pemkota Sukabumi.
Ia menjelaskan, PROSA dirancang untuk memperkenalkan beragam potensi wisata Kota Sukabumi, mulai dari wisata sejarah, budaya, kuliner, hingga berbagai daya tarik perkotaan yang dapat menjadi pilihan masyarakat untuk berwisata.
“Bagi kami, capaian ini menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya pengembangan inovasi daerah, khususnya dalam mendukung sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Ce Mulya, keikutsertaan dalam KIJB 2026 dilatarbelakangi keinginan untuk mengembangkan strategi promosi pariwisata yang lebih optimal, terarah, dan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Kota Sukabumi memiliki potensi wisata sejarah, budaya, kuliner, serta berbagai daya tarik perkotaan yang perlu terus diperkenalkan. Potensi tersebut perlu didukung strategi promosi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat dalam mencari informasi wisata,” jelasnya.
Ia menegaskan, promosi pariwisata tidak cukup hanya menyampaikan informasi melalui media digital. Lebih dari itu, promosi harus mampu membangun ketertarikan masyarakat untuk datang dan merasakan langsung pengalaman wisata yang ditawarkan.
“Melalui PROSA, kami ingin mendorong agar promosi pariwisata tidak hanya menjadi kegiatan penyampaian informasi secara digital, tetapi juga mampu membangun ketertarikan masyarakat untuk berkunjung, menggerakkan aktivitas ekonomi lokal, dan memberikan manfaat bagi pelaku UMKM serta masyarakat,” paparnya.
Ce Mulya mengungkapkan, capaian PROSA hingga masuk Top 30 KIJB 2026 tidak diperoleh secara instan. Berbagai tahapan telah dilakukan, mulai dari mengidentifikasi kebutuhan promosi, menyusun gagasan inovasi, merumuskan tujuan dan manfaat, hingga mendokumentasikan pelaksanaan serta hasil inovasi untuk kebutuhan penilaian.
Dalam implementasinya, PROSA telah memproduksi 17 video promosi utama dengan melibatkan sejumlah publik figur. Di antaranya Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Aldi Taher, Bang Ocid, Koswara dari sinetron Dunia Terbalik, Azis Gagap, dan Enau.
“Capaian ini tentu tidak diperoleh secara instan. Ada proses yang dilakukan, mulai dari mengidentifikasi kebutuhan promosi pariwisata, menyusun gagasan inovasi, merumuskan tujuan dan manfaat, hingga mendokumentasikan pelaksanaan serta hasil inovasi sebagai bahan penilaian,” katanya.
Dari sisi digital, perkembangan PROSA juga terlihat melalui peningkatan jumlah pengikut akun Instagram @sukabumi.tourism. Pada akhir 2025, akun tersebut tercatat memiliki 4.002 pengikut. Jumlahnya meningkat menjadi 7.285 pengikut pada September 2026, atau tumbuh sekitar 82 persen.
Sementara itu, total tayangan konten selama periode Maret hingga September 2026 mencapai sekitar 3,713 juta tayangan.
“Dari sisi digital, pengikut akun Instagram @sukabumi.tourism meningkat dari 4.002 pada akhir 2025 menjadi 7.285 pada September 2026, atau tumbuh sekitar 82 persen. Sementara itu, tayangan selama Maret–September 2026 mencapai sekitar 3,713 juta,” ungkapnya.
Ia menambahkan, PROSA dikembangkan dengan konsep yang menghubungkan promosi digital dan pengalaman wisata secara langsung. PROSA menjadi hulu promosi, sedangkan Sukabumi City Tour melalui Sukabumi Tourism menjadi hilirnya.
“Artinya, kami ingin menghubungkan apa yang wisatawan lihat dalam video dengan pengalaman yang mereka rasakan ketika berkunjung langsung ke Kota Sukabumi,” tuturnya.
Ce Mulya menjelaskan, KIJB merupakan kompetisi inovasi tingkat Provinsi Jawa Barat yang diselenggarakan oleh BP2D Jawa Barat. Berdasarkan informasi yang diterima dari penyelenggara, KIJB 2026 diikuti sebanyak 1.039 proposal dengan jumlah pengguna atau user mencapai 2.396.
Ia menyebutkan, penilaian kompetisi tersebut tidak hanya berfokus pada kebaruan gagasan, tetapi juga mempertimbangkan sejumlah aspek lain, seperti dasar hukum, metode pembaruan, kontribusi terhadap pembangunan, kolaborasi, keberlanjutan, serta hasil dan manfaat inovasi.
“Dalam kompetisi KIJB, inovasi dinilai tidak hanya dari gagasan atau kebaruannya, tetapi juga dari dasar hukum, metode pembaruan, kontribusi terhadap pembangunan, kolaborasi, keberlanjutan, serta hasil dan manfaat yang dihasilkan,” terangnya.
Meski telah masuk Top 30, perjalanan PROSA dalam kompetisi tersebut masih berlanjut. Sesuai mekanisme KIJB 2026 yang dijelaskan Ce Mulya, peserta Top 30 akan mengikuti penilaian presentasi dan wawancara di hadapan Tim Penilai Independen untuk menentukan 18 inovasi yang lolos ke tahap berikutnya.
Tahapan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 29 Oktober 2026. Selanjutnya, inovasi yang masuk Top 18 akan mengikuti proses verifikasi dan validasi lapangan sebelum penentuan inovasi terbaik sesuai kategori yang ditetapkan.
“Bagi kami, setiap tahapan merupakan kesempatan untuk menjelaskan substansi PROSA secara lebih mendalam, menunjukkan bukti implementasi, serta membuktikan manfaat dan keberlanjutan inovasi,” katanya.
Ia menegaskan, PROSA merupakan inovasi kelembagaan Pemerintah Kota Sukabumi, bukan penghargaan yang ditujukan semata-mata kepada individu. Dalam hal ini, dirinya berperan sebagai pengusul sekaligus inovator yang mengembangkan gagasan tersebut.
“PROSA merupakan inovasi yang berasal dari Pemerintah Kota Sukabumi. Saya berperan sebagai pengusul inovasi atau inovator, tetapi keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah, terutama pimpinan kami yaitu Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Disporapar, Komite Ekonomi Kreatif, para mitra pariwisata, serta pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan dan pengembangannya,” tegasnya.
Karena itu, ia memandang capaian tersebut sebagai kebanggaan bersama sekaligus dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus mengembangkan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Menghadapi tahapan penilaian berikutnya, Ce Mulya mengatakan pihaknya akan terus memperkuat kualitas konten promosi, memperluas kolaborasi, serta meningkatkan evaluasi berbasis data.
Menurutnya, indikator keberhasilan promosi pariwisata tidak semestinya berhenti pada jumlah pengikut atau tayangan di media sosial. Promosi juga perlu memberikan dampak nyata berupa peningkatan ketertarikan wisatawan untuk berkunjung dan bertumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami akan memperkuat kualitas konten promosi, memperluas kolaborasi, dan meningkatkan evaluasi berbasis data. Fokus utama kami adalah mengintegrasikan PROSA sebagai hulu dengan Sukabumi City Tour melalui Sukabumi Tourism sebagai hilir, sehingga promosi tidak berhenti pada tayangan, tetapi mendorong kunjungan dan pengalaman wisata yang berkesan,” ungkapnya.
Ia berharap pengembangan inovasi tersebut dapat memberikan manfaat lebih luas bagi para pelaku UMKM, pengelola destinasi, dan masyarakat yang terlibat dalam sektor pariwisata.
“Kami juga ingin agar dampaknya semakin dirasakan oleh pelaku UMKM dan masyarakat. Bagi kami, keberhasilan inovasi bukan hanya tentang penghargaan, tetapi bagaimana PROSA dapat berkontribusi nyata bagi kemajuan pariwisata dan ekonomi Kota Sukabumi,” ujarnya.
Ce Mulya menambahkan, capaian masuk Top 30 KIJB 2026 menjadi motivasi bagi seluruh pihak yang terlibat untuk terus menyempurnakan inovasi promosi pariwisata Kota Sukabumi.
“Kami bersyukur atas capaian PROSA masuk Top 30 KIJB 2026. Ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi. Harapan kami, melalui integrasi promosi digital dan pengalaman wisata secara langsung, Kota Sukabumi semakin dikenal, semakin banyak dikunjungi, dan semakin memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya. (sya)































