SUKABUMITIMES.com – Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Tirta Bumi Wibawa (TBW) Kota Sukabumi, Dian Apriandi menyampaikan, debit sumber air baku Cinumpang mengalami penurunan drastis hingga memaksa pihaknya melakukan rekayasa giliran pengaliran air untuk pelanggan.
Hal tersebut disampaikan Dian Apriandi kepada sukabumitimes.com pada Minggu (18/10/2026).
“Penyebabnya adalah berkurangnya debit air dari sumber Cinumpang. Kondisi normalnya itu 250 liter per detik (lpd), saat ini turun menjadi 195 liter per detik. Akibat turunnya debit Cinumpang inilah kita lakukan rekayasa,” ujar Dian Apriandi.
“Jadi dengan kondisi debit yang turun ini, kita terpaksa melakukan penjadwalan pengaliran secara bergiliran. Agar kebutuhan air bersih pelanggan tetap terpenuhi secara merata,” jelasnya.
Dian menjelaskan, kebijakan penjadwalan tersebut mulai berlaku hari ini, Minggu, 18 Oktober 2026, dan dibagi menjadi dua wilayah besar.
“Untuk Wilayah Kota, jam pengalirannya kita jadwalkan dari pukul 06.00 sampai 18.00 WIB. Sedangkan untuk Wilayah Cisaat, kita alirkan pada malam hari, dari pukul 18.00 sampai 06.00 WIB,” paparnya.
“Ini kita lakukan agar semua wilayah kebagian. Kalau kita paksa alirkan sekaligus dengan debit yang kecil, yang di ujung jaringan tidak akan kebagian air. Dengan sistem gilir, semua bisa terpenuhi walaupun bergantian,” tambahnya.
Adapun untuk Wilayah Kota yang masuk jadwal siang hari meliputi Jl. Bhayangkara, Jl. Kenari, Jl. R. Syamsudin, Perum. Pesona Pangrango, Perum. Tanjung Sari, Perum. Gading, Karamat, Cipelang, Jl. Plabuhan II, Lembursitu, Jl. Nyomplong, Benteng, Jl. Pabuaran, Cipanengah, Cikondang, Lio Santa, dan Balandongan.
Sementara untuk Wilayah Cisaat yang masuk jadwal malam hari meliputi Kadudampit, Sukasari, Nagrak, Sukamanah, Gunung Jaya, Cisaat, Babakan, Bojongloa, Citengkor, Perum Babakan Damai, Mangkalaya, Cibolang, Cibolang Kaler, Ciraden, Selajambe, Cimahi, Cantayan, Cibaraja, dan Sukamantri.
Dian Apriandi juga mengimbau pelanggan untuk mengantisipasi jadwal tersebut dengan melakukan penampungan air.
“Kami berharap pelanggan dapat menampung air di rumahnya masing-masing ketika jam pengaliran tiba. Jadi tolong ditampung secukupnya untuk kebutuhan selama di luar jadwal pengaliran,” imbaunya.
“Jadwal ini sewaktu-waktu dapat berubah tergantung kondisi debit di lapangan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan mohon pengertiannya. Kami terus berupaya agar pelayanan kembali normal,” pungkasnya. (sya)































