SUKABUMITIMES.com – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengungkapkan rencana besar pembangunan satu kawasan industri dan satu kawasan perkotaan di Kota Sukabumi dalam 10 tahun ke depan. Kedua proyek tersebut ditargetkan menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Ayep Zaki saat menghadiri pembukaan Musyawarah Kota (Mukota) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Sukabumi di Gedung Juang 45, Senin (12/10/2026).
Ayep mengatakan, pembangunan kawasan perkotaan direncanakan berlokasi di Kecamatan Cibeureum, sedangkan kawasan industri akan dikembangkan di Kecamatan Lembursitu.
“Target kita 10 tahun ke depan akan mendirikan satu kawasan industri dan satu kawasan perkotaan di Kota Sukabumi, sehingga kita bisa menampung masyarakat Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, dan Cianjur, kurang lebih ada enam juta orang,” ungkap Ayep.
Menurutnya, pembangunan kawasan perkotaan diperlukan untuk menghadirkan pusat aktivitas baru yang representatif bagi masyarakat di wilayah Sukabumi dan sekitarnya.
“Supaya di sini punya kota representatif,” ujarnya.
Sementara itu, pembangunan kawasan industri di Kecamatan Lembursitu diharapkan mampu menjadi solusi untuk mengurangi angka pengangguran melalui penciptaan lapangan kerja dan tumbuhnya aktivitas ekonomi baru.
“Yang kedua, kita punya kawasan industri untuk menyelesaikan masalah pengangguran,” tegasnya.
Ayep mengungkapkan, rencana tersebut juga mendapat dukungan dari Almer, yang disebutnya memiliki pengalaman di lingkungan Kadin Bogor. Ia turut menyinggung pengalamannya membangun pabrik tempe di Bogor yang kini menjadi salah satu ikon usaha.
“Alhamdulillah, Pak Almer tadi juga mendukung ini karena beliau juga dulu di Kadin Bogor. Saya juga sama-sama di Bogor membikin pabrik tempe yang menjadi ikon hari ini,” katanya.
Dalam merealisasikan kedua proyek tersebut, Ayep menegaskan pentingnya keterlibatan pengusaha lokal dan pengusaha dari Jawa Barat. Ia berharap pembangunan tidak hanya dikuasai oleh satu korporasi, melainkan melibatkan konsorsium yang memungkinkan manfaat ekonominya dirasakan lebih luas.
“Kalau saya ingin ada konsorsium pengusaha lokal, Jawa Barat yang bisa menyelesaikannya secepatnya,” ungkapnya.
Ia menekankan, konsep kepemilikan dan pengelolaan kawasan harus dirancang agar keberadaan proyek tersebut memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
“Jadi bukan dimiliki oleh salah satu korporasi saja, tapi dimiliki oleh masyarakat. Dan Pemkot juga ada share di situ, itu yang penting,” ujarnya.
Menurut Ayep, keterlibatan pemerintah daerah dan masyarakat menjadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan pembangunan ekonomi di Kota Sukabumi.
“Jadi ada keberlangsungan untuk membangun ekonomi yang bisa dinikmati oleh masyarakat,” pungkasnya.






























